EKONOMI BISNIS

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik, Pemkot Gelar Operasi Pasar di Sejumlah Kecamatan

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 07 Desember 2019 | 11:36 WIB
Operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan Pemkot Surabaya. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020.

Wiwiek Widayati Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya mengatakan, operasi pasar yang digelar sejak 28 November 2019 itu, hingga sekarang sudah menyasar delapan lokasi diantaranya Dukuh Pakis, Tandes, Wonokromo, Gubeng, Benowo dan Rungkut.

"Kami langsung menuju ke lingkungan masyarakat. Biasanya, kami menggunakan Balai RW, kemudian Kantor Kecamatan dan lainnya," kata Wiwiek, Sabtu (7/12/2019).

Wiwiek mengungkapkan, Dinas Perdagangan melakukan operasi pasar di sejumlah lokasi, sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga yang berlebihan. Dia juga terus melakukan monitoring harga-harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.


"Ada tujuh pasar yang kami monitoring harga-harga bahan pokoknya, seperti Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, Tambakrejo, Pasar Kembang, Pasar Pabean dan Pasar Genteng," ujarnya.

Wiwiek menyampaikan, dalam melakukan kegiatan monitoring, pihaknya membandingkan daftar harga di periode yang sama mendekati Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Saat turun ke lapangan, diketahui harga-harga bahan pokok sudah mulai bergerak naik. Melihat kondisi tersebut, dengan memperhatikan hasil analisa, Dinas Perdagangan memutuskan untuk menggelar operasi pasar.

"Harga-harga bahan pokok, misalkan Telur, Daging Ayam, dan Bawang Merah adalah komoditas yang sedikit mengalami kenaikan, tapi tak signifikan," terangnya.

Ia menyebut, untuk komoditas Telur berdasarkan batas atas Harga Acuan Penjualan Konsumen (HAPK) besarannya, Rp23 ribu per kilogram. Namun, di pasaran, harganya sudah berkisar Rp24 ribu sampai 25 ribu per kilogram. Sementara Bawang Merah, HAPK mencapai Rp32 ribu per kilogram. Namun demikian, harga di pasaran masih lebih rendah, yakni Rp28 ribu sampai 30 ribu per kilogram.

"Meski rendah dari HAPK, tetapi karena trennya naik, maka perlu intervensi dengan melakukan operasi pasar," paparnya.

Hingga saat ini, jenis bahan kebutuhan pokok penting yang digelontor dalam kegiatan operasi pasar, meliputi Telur, Bawang Merah, Daging Ayam dan bahan pokok lainnya, seperti minyak curah, karena trennya meningkat.

Wiwiek mengatakan, dalam sekali kegiatan operasi pasar, jumlah komoditas yang digelontorkan, meliputi telur sebanyak 50 kilogram, gula 25 kilogram, minyak 60 kantong. Operasi pasar bahan kebutuhan pokok tersebut menyasar warga yang membutuhkan.

"Pak Camat pasti tahu wilayah mana yang perlu dilakukan operasi pasar, terutama di kampung-kampung," terangnya.

Dalam sehari, Dinas Perdagangan melakukan operasi pasar di dua titik lokasi dalam satu kecamatan. Kegiatan operasi pasar rencananya diselenggarakan di 31 Kecamatan. Pasokan bahan kebutuhan pokok dalam operasi pasar akan ditambah mendekati Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

"Variannya, kita melihat tren. Namun, untuk stok kebutuhan pangan sejauh ini masih aman," katanya. (bid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.