EKONOMI BISNIS

Emil Bawa Kabar Baik di SSEF, Perekonomian Jatim Tak Akan Terjadi Bubble

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 05 Desember 2019 | 21:51 WIB
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim Dalam paparan di Suara Surabaya Economic Forum (SSEF) di Grand City Convex, Kamis (5/12/2019) malam. Foto: Purnama suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim meyakini ekonomi Jatim tidak akan terjadi economic bubble. Sebab, potensi ekonomi Jatim masih sangat luas.

Dalam paparan di Suara Surabaya Economic Forum (SSEF) di Grand City Convex, Kamis (5/12/2019) malam, Emil juga menunjukkan data bahwa trend pertumbuhan ekonomi Jatim selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, di tengah pelambatan ekonomi nasional di Semester II, Jatim tidak ikut terdampak. Ekonomi jatim tetap tumbuh akseleratif di angka 5,72 persen.

Dalam kaitannya ancaman Economic Bubble, Emil memberikan kabar gembira kepada audiens tentang terbitnya Peraturan Presiden nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan Jatim yang telah diteken Joko Widodo Presiden beberapa waktu lalu.

"Saya janji membawa kabar baik. Kabar baiknya adalah Perpres No. 80 Tahun 2019 telah terbit dan berisi tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gerbangkertasusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan), kawasan BTS (Bromo-Tengger-Semeru), kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan," ujarnya disambut tepuk tangan audiens.


Menurut Emil, Jumat (5/12/2019) besok, dia diminta Gubernur mewakili rapat dengan Sekretarian Kabinet dan Menko Perekonomian untuk membahas percepatan pembangunan di Jatim.

"Dengan pembangunan tersebut nantinya, dari bandara Juanda ke Utara ada jalan tol, supaya melingkar sehingga konektivitasnya menjadi nonstop dari Gresik ke Suramadu, dari Juanda ke Suramadu. Kemudian kereta di Gerbangkertasusila setiap beberapa menit ada kereta, kecepatannya meningkat dan kapasitasnya meningkat 3 kalilipat," kata Emil.

Emil mengatakan, banyak infrastruktur dan kawasan ekonomi yang akan didorong lima tahun ke depan.

"Dengan potensi kita saat ini, apakah Jawa Timur Bubble? Inyaallah tidak. Karena potensi ekonomi kita masih sangat luas. Ekonomi kita 46 persen terpusat di gerbangkertasusila, 50 persen di kawasan ring 1, masih ada peluang untuk mendorong ekonomi di 30 daerah lainnya," katanya. (bid/tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.