EKONOMI BISNIS

Peluncuran KA Sancaka Utara Tingkatkan Mobilitas Jatim Utara ke Jateng Selatan

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 01 Desember 2019 | 18:35 WIB
Emil Elestianto Dardak Wagub Jatim memberangkatkan perdana KA Sancaka Utara melalui Stasiun Pasar Turi Surabaya, Minggu (1/12/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan Kereta Api (KA) Sancaka Utara yang melayani penumpang tujuan Stasiun Surabaya Pasarturi - Gambringan - Solobalapan - Kutoarjo pulang pergi (PP).

Suryawan Putra Hia Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengatakan, KA Sancaka Utara dihadirkan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan dengan masyarakat Jawa Timur bagian utara.

"Kedua wilayah itu memiliki tempat pusat perbisnisan, pertambangan, pariwisata dan tempat pendidikan yang saat ini tumbuh dengan pesat," ujarnya kepada wartawan di sela seremoni peluncuran, Minggu (1/12/2019).

Satu rangkaian KA Sancaka Utara terdiri dari 4 gerbong kereta eksekutif dan 4 gerbong kereta kelas bisnis dengan kapasitas total 456 tempat duduk.


KA Sancaka Utara tujuan Pasar Turi - Kutoarjo melewati 15 stasiun, seperti Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, dan seterusnya.

Suryawan menjelaskan rute KA Sancaka Utara dimulai dari Stasiun Pasar Turi melalui stasiun-stasiun di jalur utara hingga Gambringan, lalu berbelok melalui jalur tengah seperti melalui Stasiun Gundih, dan selanjutnya akan muncul pada jalur selatan di Stasiun Solo Balapan hingga stasiun akhir di Kutoarjo.

"KA Sancaka Utara dijadwalkan berangkat dari Surabaya Pasar Turi pukul 07.00 WIB dan tiba di Stasiun Kutoarjo pukul 14.07 WIB. Sementara KA Sancaka Utara relasi Kutoarjo - Surabaya Pasar Turi, berangkat dari Stasiun Kutoarjo pada pukul 17.15 WIB, dan tiba di Stasiun Pasar Turi pukul 00.35 WIB," katanya dilansir Antara.

KA Sancaka Utara merupakan KA komersial (nonsubsidi) dengan rincian harga tiket dimulai dari tarif Rp110.000. "Karena nonsubsidi, tarif yang diberlakukan menggunakan mekanisme tarif batas bawah dan tarif batas," ucap Suryawan.(ant/tin/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA