EKONOMI BISNIS

Presiden Berharap Industri Tekstil Nasional Mampu Meningkatkan Ekspor

Laporan Farid Kusuma | Kamis, 21 November 2019 | 12:22 WIB
Joko Widodo Presiden menerima kunjungan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), serta Asosiasi Produsen Serat Sintesis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Kamis (21/11/2019), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto; Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden, Kamis (21/11/2019) ini menerima kunjungan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), serta Asosiasi Produsen Serat Sintetis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI).

Rombongan pengusaha nasional bidang tekstil yang dipimpin Ade Sudrajat Ketua Umum API, kemudian berdiskusi dengan Presiden, di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam diskusi itu, Jokowi Presiden menyampaikan tiga poin. Pertama, Presiden berharap supaya ada sinergi antara pengusaha dengan pemerintah, sehingga nilai dan kuantitas ekspor tekstil nasional meningkat signifikan.

Yang kedua, Jokowi mengungkapkan pemerintah sudah menyiapkan sebuah kawasan apparel park. Nantinya, bahan baku tekstil sampai industrinya berada di satu tempat.


Kemudian yang ketiga, Presiden menyinggung mengenai pusat logistik berikat yang banyak memasukkan barang-barang impor, sehingga menjadi pesaing produk dalam negeri di pasar.

Sekadar informasi, nilai ekspor tekstil Indonesia tahun 2018 baru mencapai 1,8 persen dari total pasar dunia atau setara dengan 13 miliar Dollar AS.

Nilai itu kalah jauh dari Vietnam yang mampu menembus angka 40 miliar Dollar AS pada tahun 2018.

Tahun 2019, Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) bisa mencapai 15 miliar Dollar AS atau sekitar Rp209 triliun.

Untuk mencapai target itu, Pemerintah terus mendorong peningkatan realisasi investasi, terutama bagi investasi asing yang berorientasi ekspor. (rid/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA