EKONOMI BISNIS

Menperin Jemput Investasi Rp60,5 Triliun ke Korsel

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 19 November 2019 | 15:23 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian berfoto bersama direksi Lotte Chemical usai menggelar pertemuan terkait penambahan investasi Lotte Chemical menjadi 4,3 miliar dolar AS yang dilakukan di Seoul, Korea Selatan, Selasa (19/11/2019). Foto: Biro Humas Kementerian Perindustrian
suarasurabaya.net - Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian menjemput investasi 4,3 miliar dolar atau Rp60,5 triliun dari Lotte Chemical saat menggelar pertemuan dengan direksi Lotte di Seoul, Korea Selatan.

"Lotte Chemical memastikan untuk berinvestasi 4,3 miliar dolar AS untuk pembangunan pabrik kimia di Indonesia," kata Menperin kepada Antara di Seoul, Korea Selatan, Selasa (19/11/2019).

Lotte Chemical melalui PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) tengah membangun kompleks petrokimia senilai 3,5 miliar dolar AS di Cilegon, Banten.

Melalui pertemuan dengan Menteri Agus, Lotte menyatakan akan menambah investasinya menjadi 4,3 miliar dolar AS untuk memperluas pabrik tersebut.


Dengan tambahan investasi itu, Lotte akan meningkatkan kapasitas produksi naphta cracker menjadi 3,5 juta ton per tahun dari rencana sebelumnya 2 juta ton per tahun.

Bahan baku tersebut selanjutnya diolah untuk menghasilkan beberapa produk turunan yakni ethylene, propylene, polypropylene, dan produk turunan lainnya.

"Iya, mereka mau tambah investasi meskipun pabriknya saat ini sedang dalam pembangunan," ungkap Menperin.

Kim Kyo Hyun Kepala Unit Bisnis Lotte Chemical menyampaikan, keputusan untuk menambah investasi diambil mengingat Indonesia masih bergantung pada produk-produk petrokimia impor.

"Jadi, kami membangun pabrik petrokimia itu untuk menggantikan barang-barang impor yang selama ini dilakukan supaya bisa diproduksi di dalam negeri," ujar Kim.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA