EKONOMI BISNIS
Perintah Presiden

Menteri Harus Jalankan Strategi yang Tepat untuk Memperkuat Neraca Perdagangan

Laporan Farid Kusuma | Senin, 11 November 2019 | 20:42 WIB
Joko Widodo Presiden berbicara dengan Sri Mulyani Menteri Keuangan, di sela rapat kabinet terbatas, Senin (11/11/2019), di Kantor Presiden, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden menegaskan, pemerintah fokus untuk memperkuat neraca perdagangan dengan cara mengurangi sebanyak mungkin angka defisit.

Maka dari itu, Jokowi menginstruksikan jajarannya memperbesar surplus melalui peningkatan ekspor, serta mendatangkan devisa dengan pengembangan sektor pariwisata.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi Presiden dalam rapat terbatas membahas strategi penguatan neraca perdagangan, siang hari ini, Senin (11/11/2019), di Kantor Presiden, Jakarta.

Di hadapan para menteri bidang ekonomi, Jokowi mengingatkan jajarannya melakukan terobosan untuk mengurangi impor bahan bakar minyak yang selama ini menjadi penyumbang defisit terbesar.


Menurut Presiden, pembangunan kilang minyak menjadi prioritas, dan lifting produksi minyak dalam negeri harus ditingkatkan.

Kemudian, Jokowi berharap pengolahan energi baru terbarukan mulai B20 bisa segera diterapkan, lalu menjadi B30, dan B100, sehingga ketergantungan impor bahan bakar minyak berkurang signifikan.

"Pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan lifting produksi minyak di dalam negeri juga harus terus kita tingkatkan," ucapnya dalam rapat terbatas.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan, pintu investasi yang berkaitan dengan sektor substitusi barang impor harus dibuka lebar, sehingga komoditas pengganti barang-barang yang selama ini didatangkan dari luar negeri bisa diproduksi di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menginstruksikan optimalisasi program peningkatan penggunaan produksi dalam negeri. Nantinya, proyek-proyek pemerintah harus menggunakan barang/jasa yang bersertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

"Termasuk pengembangan industri pengolahan yang bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga memastikan bahwa produk-produk yang dibutuhkan di dalam negeri dan yang akan diekspor bisa kita produksi di dalam negeri," imbuh Presiden.

Sementara, untuk peningkatan ekspor, Presiden memerintahkan jajarannya fokus pada penyelesaian perjanjian perdagangan dengan negara lain yang bisa menjadi tujuan ekspor Indonesia di masa mendatang.

"Kita juga harus bisa meningkatkan ekspor pada pasar-pasar nontradisional yang selama ini belum kita perhatikan terutama di Afrika, di Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan Indo-Pasifik," katanya.

Mantan Wali Kota Solo itu pun mendukung upaya promosi besar-besaran baik produk ekspor mau pun sektor wisata dan investasi Indonesia.

Presiden berpesan, promosi atau pameran Indonesia di acara internasional harus disiapkan dengan matang, sehingga membangun citra baik, dan mendatangkan manfaat nyata.

"Kalau mau pameran yang (acara) besar sekalian. Disiapkan setahun sebelumnya secara baik sehingga saat pameran betul-betul akan menguatkan brand dan image Indonesia baik kepada pembeli mau pun wisatawan yang ingin datang ke Indonesia," tandasnya. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.