EKONOMI BISNIS

Sudhamek: Pak Jokowi Mengisyaratkan KEIN akan Dilanjutkan

Laporan Farid Kusuma | Jumat, 18 Oktober 2019 | 15:26 WIB
Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) mengungkapkan harapan supaya KEIN dipertahankan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, usai bertemu Jokowi Presiden, Jumat (18/10/2019), di Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden mengisyaratkan akan mengevaluasi kementerian/lembaga dalam rangka efisiensi kinerja pemerintahan periode 2019-2024.

Nantinya, kementerian/lembaga yang dinilai kurang efektif pada periode 2014-2019, bisa jadi dibubarkan, atau dilebur dengan lembaga lain.

Menanggapi rencana perombakan kementerian/lembaga, Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) optimistis KEIN akan dipertahankan, bahkan menjadi lebih kuat.

Menurutnya, Jokowi merasakan manfaat KEIN selama menjalankan roda pemerintahan, terutama rekomendasi-rekomendasi yang diberikan KEIN sebelum Pemerintah mengeluarkan kebijakan ekonomi dan perindustrian.


"Pak Jokowi mengisyaratkan KEIN akan dilanjutkan, bahkan akan diperbesar karena di China anggota KEIN ada seribu orang, sedangkan di Indonesia cuma 20 orang. Lagi pula, Pak Jokowi banyak merasakan manfaat KEIN," ujar Sudhamek, siang hari ini, Jumat (18/10/2019), usai bertemu dengan Joko Widodo Presiden, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Pada kesempatan itu, Soetrisno Bachir Ketua KEIN juga menyebut, kemungkinan KEIN berlanjut di masa pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tapi, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu belum tau apakah namanya tetap KEIN, dan siapa yang akan memimpin lembaga tersebut.

Sekadar informasi, KEIN dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Pasal 112 UU Perindustrian mengamanatkan, pembentukan Komite Industri Nasional untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan industri. (rid/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.