EKONOMI BISNIS

Magetan Kembangkan Potensi Pariwisata Desa Terdingin

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 08 Oktober 2019 | 20:02 WIB
Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si Bupati Magetan saat mengudara di Radio Suara Surabaya bersama istrinya, Titik Sudarti yang juga Kepala SMPN 1 Surabaya, Selasa (8/10/2019). Foto: Iping suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur akan mengembangkan potensi pariwisata Dusun Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Desa tersebut terletak di lokasi paling tinggi, sehingga suhu udaranya sangat dingin, mencapai 7 derajat Celcius.

Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si Bupati Magetan menjelaskan, kelebihan lain desa tersebut adalah kebhinekaannya. "Warganya menganut bermacam-macam agama dan hidup rukun," ujarnya saat berkunjung ke Radio Suara Surabaya bersama istrinya, Titik Sudarti yang juga Kepala SMPN 1 Surabaya, Selasa (8/10/2019).


Taman Wisata Genilangit, di Dusun Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Magetan, Jawa Timur. Foto: Iping suarasurabaya.net

Menurut mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tersebut, Tuhan menganugerahi Kabupaten Magetan dengan alam yang indah. Dia yakin kalau potensi wisata alamnya dibenahi, gerbong yang lain seperti UKM, industri, dan yang lain akan ikut maju.


Namun anugerah itu juga disertai tantangan. Saat ini kemudahan akses menuju Kabupaten Magetan belum maksimal. Ada lapangan udara, tapi milik TNI. Ada tol yang melintas, tapi tidak ada exitnya di Magetan.

"Saya belajar dari Ayam Panggang Gandu yang dirintis Bu Setu. Lokasinya tersembunyi di bawah pohon bambu, tapi selalu ramai. Pasti ada keunikannya. Jadi, Magetan harus unik. Saya harus berpikir bagaimana orang itu datang ke Magetan," ucapnya.

"Warga Surabaya jangan ke selatan terus. Sekali-sekali ke barat, ke Magetan. Alamnya juga tidak kalah. Apalagi sekarang ke Magetan lewat tol hanya butuh 2,5 jam," tambahnya.


Telaga Sarangan tempat wisata di Magetan saat musim kemarau kondisi airnya sedang surut pada 28 September 2019. Foto: Iping suarasurabaya.net

Pada kesempatan yang sama Suprawoto juga menyampaikan adanya penurunan jumlah wisatawan di Telaga Sarangan, destinasi wisata Magetan yang sudah lebih dulu terkenal. Penyebabnya adalah kekeringan yang masih melanda wilayah Jawa Timur. Sehingga air di Telaga Sarangan juga ikut surut.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.