EKONOMI BISNIS

Prestasi BJ Habibie Atasi Masalah Perbankan Saat Krisis 1998

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 12 September 2019 | 16:40 WIB
Bacharuddin Jusuf Habibie Presiden RI ke-3. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Hisar Sirait ekonom menilai salah satu prestasi yang berhasil ditorehkan almarhum BJ Habibie Presiden ketiga Republik Indonesia dalam sejarah Indonesia adalah berhasil membenahi dan menyehatkan sektor perbankan nasional di tengah Krisis Finansial 1998.

"Keberhasilan almarhum BJ Habibie saat itu adalah membenahi dan menyehatkan sektor perbankan yang amburadul akibat diterpa krisis finansial 1998," ujar ekonom yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Dia menjelaskan bahwa BJ Habibie saat itu langsung bertindak dengan memastikan penyakit yang menjadi penyebab ambruknya sektor perbankan. Penyakit utama yang melanda sektor perbankan kala itu adalah performa bank-bank Indonesia sangat tidak baik.

Sektor perbankan di masa Orde Baru sebelum era reformasi bergulir, Indonesia tidak bisa menilai secara baik kesehatan sektor perbankan terutama terkait aspek prudential banking mereka.


Tingkat kehati-hatian perbankan sebelum era reformasi sangat jauh dari yang semestinya, seperti kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Selain itu begitu mudah orang membuat dan mendirikan bank, kemudian melakukan korporasi dan bahkan menyalurkan kredit kepada korporasinya sendiri pada waktu itu.

Dengan demikian pinjaman macet atau non performing loan (NPL), di masa sebelum reformasi bergulir, sangat tinggi. Ini yang membuat kondisi sektor perbankan Indonesia saat itu sangat lemah.

"Ketika Presiden BJ Habibie berkuasa, beliau langsung melakukan penguatan dan penyehatan di sektor perbankan melalui penggabungan beberapa bank seperti bank-bank pemerintah bergabung menjadi Bank Mandiri," kata Hisar Sirait dilansir Antara.

Salah satu keberhasilan almarhum BJ Habibie adalah mampu memperkuat dan mengonsolidasikan sektor perbankan di tengah terjadinya Krisis Finansial 1998.

Buah atau hasil dari penguatan tersebut memang tidak beliau sempat nikmati saat BJ Habibie menjabat sebagai presiden Indonesia, namun dinikmati oleh para generasi penerus Indonesia.

"Satu hal yang pasti, Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie telah meletakkan fondasi penguatan yang namanya struktur keuangan perbankan yang baik," ujar ekonom tersebut.(ant/tin)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.