EKONOMI BISNIS

Rupiah Balik Menguat Seiring Penundaan Tarif AS Terhadap China

Laporan Ika Suryani Syarief | Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:56 WIB
Ilustrasi. Foto: Reuters/Antara
suarasurabaya.net - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu (14/8/2019) pagi balik menguat seiring penundaan pengenaan tarif impor terhadap produk-produk China oleh Amerika Serikat.

Pada pukul 09.40 WIB, rupiah bergerak melemah 83 poin atau 0,58 persen menjadi Rp14.242 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.325 per dolar AS.

Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Aset Manajemen di Jakarta, Rabu, mengatakan, pasar kembali positif dengan penundaan pengenaan tarif oleh AS tersebut.

"Pasar global kembali positif merespon keputusan pemerintah AS menunda pengenaan tarif 10 persen terhadap barang-barang impor China senilai 300 miliar dolar dari rencana awal 1 September 2019 menjadi 15 Desember 2019, termasuk ada beberapa jenis produk yang dikeluarkan dari daftar yang terkena tarif," ujar Lana.


Penundaan tarif tersebut dilakukan setelah China melakukan pembalasan untuk tidak membeli produk-produk pertanian AS.

"Pelaku pasar global masih memfaktorkan isu perang dagang ini menjadi risiko utama saat ini," kata Lana kepada Antara.

Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak menguat di kisaran Rp14.300 per dolar AS hingga Rp14.320 per dolar AS.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA