EKONOMI BISNIS

Cabai Impor dari India Serbu Pasar Tradisional di Madiun

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 12 Juli 2019 | 21:32 WIB
Ilustrasi. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Puluhan kilogram cabai impor dari India masuk ke sejumlah pasar tradisional di Kota Madiun, Jawa Timur seiring tingginya harga komoditas cabai lokal di wilayah setempat.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Besar Madiun, Suyati, Jumat mengatakan, harga cabai lokal saat ini berkisar antara Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Harga itu merata untuk cabai jenis rawit, keriting, maupun merah besar.

"Harga cabai naik bertahap sejak dua minggu terakhir. Sekarang saja sudah hampir Rp60.000 per kilogram. Terutama untuk cabai rawit dan keriting," ujar Suyati, seperti dilansir Antara.

Imbas dari tingginya harga cabai lokal, kini muncul cabai impor atau cabai India di pasaran. Harganya lebih murah, yakni di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.


Karena lebih murah dan pedas, cabai India mejadi primadona dan banyak diburu konsumen. Terutama untuk pembeli dengan skala besar, seperti pemilik rumah makan dan usaha jasa katering.

Suyati menjelaskan, cabai India tersebut didatangkannya langsung dari seorang distributor asal Kediri. Sekali kirim, jumlah cabai impor yang datang mencapai sebanyak 10 kilogram untuk kemudian dijual lagi ke konsumen di Pasar Besar Madiun.

"Saya sengaja datangkan cabai impor karena cabai rawit mahal. Sekali pengiriman dari Kediri sekitar 10 kilogram," terang Suyati.

Gaguk Hariyono Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun membenarkan tentang keberadaan cabai kering impor di sejumlah pasar tradisional tersebut. Komoditas itu sifatnya musiman dan beredar sejak sepekan lalu.

"Pemicunya karena harga cabai rawit lokal yang mahal. Cabai impor itu merupakan alternatif pilihan bagi konsumen. Di samping lebih pedas, dari segi harga juga sedikit lebih murah dibanding cabai lokal. Jadi, bisa menekan harga cabai yang lokal," kata Gaguk.

Menurut Gaguk, meningkatnya harga cabai lokal dipicu oleh faktor alam. Saat ini, produksi cabai menurun drastis karena terdampak musim kemarau. Tanaman cabai yang ditanam petani mengalami gagal panen karena kekurangan air.

"Pasokan cabai dari sentra produksi menipis karena musim kemarau. Cabai lokal yang dijual oleh pedagang di Kota Madiun biasa dipasok dari sentra produksi di Magetan, Kediri, dan Surabaya," katanya.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.