EKONOMI BISNIS

Presiden: Jawa Timur Miliki Potensi untuk Berkontribusi Besar Bagi Perekonomian Nasional

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 09 Juli 2019 | 20:36 WIB
Joko Widodo Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas soal percepatan pembangunan Jawa Timur di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net - Sektor infrastruktur dan budaya kerja yang dimiliki masyarakat Jawa Timur dinilai sangat mendukung bagi pengembangan investasi di provinsi tersebut. Demikian disampaikan Joko Widodo Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas soal percepatan pembangunan Jawa Timur di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019).

"Saya melihat baik infrastruktur maupun budaya kerja yang ada di Provinsi Jawa Timur sangat mendukung sekali bagi pengembangan investasi yang ada di sana. Masyarakatnya terbuka dan memiliki produktivitas yang sangat baik," kata Presiden melalui edaran pers.

Jawa Timur, dengan kondisi tersebut, diharapkan dapat menjadi salah satu provinsi yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, Kepala Negara mengundang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk membahas upaya percepatan pembangunan di Jawa Timur bersama dengan jajaran terkait.

Presiden meminta seluruh pihak terkait untuk berfokus pada satu atau dua pekerjaan besar yang dengan itu akan lebih mudah bagi seluruh pihak dalam merealisasikan dan menuntaskan pekerjaan tersebut.


"Mungkin satu, dua, atau tiga. Kita fokus, kita kerjakan benar, tetapi bisa kita selesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya sehingga betul-betul ada sebuah kenaikan yang konkret dalam hal ini pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur maupun mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.