EKONOMI BISNIS

Ekspor Produk Pertanian Jatim 2019 Rp18,8 Triliun, Barantan Dorong Millenials Jadi Eksportir

Laporan Denza Perdana | Rabu, 12 Juni 2019 | 22:19 WIB
Pelepasan ekspor kopi Jatim ke Georgia di Kantor BBKP Surabaya,l Rabu (12/6/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Data sistem otomasi perkarantinaan di wilayah kerja Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya menunjukkan, selama Januari-Mei 2019 nilai ekspor komoditas produk pertanian dari Jawa Timur mencapai Rp18,8 triliun.

Produk hewan yang diekspor dalam kurun itu senilai Rp4,8 triliun, sedangkan produk tumbuhan senilai Rp14 triliun. Dua jenis komoditas pertanian itu diekspor melalui Bandara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Adapun berdasarkan data dari sistem otomasi perkarantinaan itu, rata-rata sertifikasi ekspor yang dikeluarkan BBKP untuk komoditas tumbuhan 120 kali per hari, dan komoditas hewan 24 kali per hari.

Hari ini, Rabu (12/6/2019), BBKP Surabaya melepas 7 kontainer kopi setara 134 ton ke Poti, Georgia, di Kantor BBKP Surabaya di Juanda. Produk perkebunan unggulan Jawa Timur yang diekspor itu memiliki nilai ekonomi mencapai Rp134 miliar.


Hariyanto eksportir kopi Jatim dengan bendera PT Asal Jaya mengatakan, hampir setiap hari perusahaannya mengekspor kopi produksi petani Malang Jawa Timur ke berbagai negara di dunia.

"Setiap hari kami selalu ada ekspor. Kami mencari pembeli yang harganya cocok, ya kita lepas (kopinya)," kata eksportir, yang sudah memulai usahanya sejak 1993 itu, kepada suarasurabaya.net.

Hariyanto mengatakan, seluruh kopi yang dia ekspor hari ini berasal dari Malang. Perusahaannya hari ini telah melakukan pembinaan kepada setidaknya 21 ribu petani kopi di Malang, Jawa Timur.

"Kami selalu melakukan pembinaan ke petani supaya memproduksi kopi yang bagus, dan terutama meningkatkan produktivitasnya," ujarnya.

Tidak hanya kopi, BBKP Surabaya hari ini juga memberikan sertifikat hasil karantina kepada sejumlah eksportir komoditas pertanian seperti rumput laut, kayu merbabu, edamame, sarang burung walet, sampai porang.

Negara tujuan ekspornya pun bermacam-macam, selain ke Georgia, ada juga yang mengekspor ke Rusia, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, India, Singapura dan Thailand.

Ali Jamil Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian dalam pelepasan ekspor itu mengatakan, pemerintah akan mendorong peningkatan ekspor komoditas produk pertanian ini.

"Kami mendorong akses pasar ekspor baru. lni bagian dari upaya strategis Barantan dalam meningkatkan dan mempercepat ekspor komoditas pertanian," katanya setelah melepas ekspor kopi green bean jenis robusta asal Jatim itu.

Jamil memaparkan, ada empat langkah strategis yang dilakukan Barantan untuk mendorong ekspor. Pertama dengan meningkatkan jumlah eksportir, terutama di kalangan Generasi Millenial.

Melalui program Agro Gemilang, layanan inovasi dan digitalisasi layanan ekspor produk pertanian, Barantan juga melakukan bimbingan teknis bagi generasi muda millenials untuk memasuki pasar ekspor.

BBKP Surabaya mencatat, pada 2019 ini ada kenaikan pelaku usaha ekspor di bidang agribisnis. Jumlah eksportir di Surabaya saat ini sebanyak 338 baik perusahaan maupun perorangan.

Sedangkan secara lebih luas, pelaku eksportir di Jawa Timur saat ini tercatat mencapai 1.234 perusahaan, meningkat sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, ada 896 eksportir komoditas tumbuhan d.an 438 eksportir komoditas hewan.

Langkah strategis kedua Barantan dalam mendorong peningkatan ekspor dengan meningkatkan diiversifikasi atau keberagaman komoditas atau produk dengan minimal produk setengah jadi. Dia mencontohkan komoditas kelapa.

"Dari satu kelapa itu, ternyata di sana (luar negeri) bisa menjadi setidaknya enam jenis produk. Batoknya menjadi arang aktif, airnya menjadi berbagai minuman, dagingnya bisa menjadi beberapa barang olahan," katanya.

Ada beberapa produk di Jawa Timur yang bernilai ekspor dan sangat potensial. Di antaranya kalajengking kering, pucuk kapri, atau porang. Komoditas itu sudah tembus ke pasar internasional seperti Korea, Taiwan, dan Jepang dengan valuasi menggiurkan.

Kalajengking kering yang sudah tembus ke pasar Korea Selatan, misalnya. Berdasarkan catatan BBKP Surabaya, sepanjang 2019 ini, sudah terkirim 150 ribu kilogram kalajengking kering dengan nilai ekonomi mencapai Rp3,75 miliar.

Langkah strategis lainnya untuk meningkatkan ekspor yakni dengan peningkatan frekuensi pengiriman komoditas pertanian dan dengan meningkatkan volume komoditas.

Jamil mengatakan, untuk membuka akses pasar baru, Barantan melakukan harmonisasi aturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor baru sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian.(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.