EKONOMI BISNIS

Smartbike Indosat Oredoo Bakal Dikembangkan Unusa

Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 23 Mei 2019 | 14:16 WIB
Prof Jazidie Rektor Unusa saat mencoba smartbike Indosat Oredoo. Foto: Humas Unusa
suarasurabaya.net - Sepeda terkoneksi dengan gadget yang merupakan prototipe pertama bakal dikembangkan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Indosat Ooredoo. Smartbike tersebut akan dikembangkan Laboratorium IoT (internet of things) and Future Digital Economic Unusa.

"Laboratorium IoT dan Future Digital Economic Unusa menjadi inkubator mengembangkan beragam inovasi berbagai produk tepat guna berbasis IoT. Dan, smartbike menjadi penelitian yang pertama," terang Dr Istas Pratomo MT, Dekan Fakultas Teknik Unusa.

Istas menjelaskan nahwa Unusa merupakan satu dari 9 universitas yang digandeng Indosat Ooredoo untuk pengembangan dan inovasi future digital economic lab. Unusa kemudian melakukan studi banding ke ITB yang telah memiliki future digital economic lab berbasis IoT yang pertama di Indonesia.

"Hasil studi banding tersebut, kami akan melakukan pengembangan teknologi IoT, dimana semua benda akan terkoneksi dengan internet. Smartbike menjadi prototipe pertama dalam pengembangan produk berbasis IoT," kata Istas.


Sepeda yang terkoneksi dengan internet, lanjut Istas, tak sekadar dipakai selesai. Namun, sepeda tersebut bisa mengirimkan banyak data mulai lokasinya di mana, berapa kali direm, berapa kali dikayuh, merekam berapa kecepatan selama pemakaian, rute mana saja yang ditempuh, berapa kali putaran.

"Di bagian belakang sepeda ada lubang yang ditanam sebuah simcard. Jadi kalau mau menggunakan smartbike, tinggal aplikasi di hape, dan kita login. Karena sistemnya menerapkan e-money melalui kecukupan pulsa (saldo pulsa). Untuk membuka kunci smartbike menggunakan barcode," terang Istas lagi.

Selain sepeda, teknologi IoT yang akan dikembangkan laboratorium Unusa juga akan menerapkan pada smarthome. Seperti lampu, lemari, pintu, jendela, dan pagar.

"Pada lemari besi misalnya, teknologi IoT bisa membantu kita mengetahui berat buku atau benda lain yang pas untuk ditata di rak lemari, membuka pintu juga cukup melalui hape. Begitu juga menyalakan lampu, membuka tutup pintu, pagar, dan jendela," kata Istas.

Civitas akademik Unusa juga sedang menyiapkan smartsurveillance untuk absensi mahasiswa maupun karyawan. "Absensi mahasiswa nantinya tak perlu lagi menggunakan finger (sidik jari). Cukup dengan kamera yang telah dipasang IoT, secara otomatis akan mendeteksi wajah peserta yang hadir dalam ruangan," imbuh Istas.

Istas mengatakan, ke depan laboratorium IoT and Future Digital Economic Unusa bisa digunakan baik mahasiswa, alumni atau kalangan umum untuk melakukan penelitian.

"Di laboratorium Unusa, mereka yang ingin membuka usaha baru di bidang IoT bisa menggunakan sebagai alat uji (eksperimen) sebelum dilepas ke pasar secara komersial," pungkas Istas, Kamis (23/5/2019).(tok/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.