EKONOMI BISNIS

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Putih di Surabaya Naik

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 25 April 2019 | 15:05 WIB
Ilustrasi. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Jelang Ramadhan, harga bawang putih di Surabaya mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya. Kondisi ini terpantau di Pasar Wonokromo, Surabaya, Kamis (25/4/2019).

Yuwono (42) salah satu pedagang mengatakan, harga bawang putih sebelumnya kisaran Rp 30.000 sampai Rp 40.000 ribu per kilogram. Namun, saat ini harga bawang putih naik menjadi Rp 60.000 hingga Rp 65.000 untuk per kilogramnya.

Selain bawang putih, kata dia, harga bawang merah juga naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Meski demikian, Yuwono mengaku ini tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Sebab, menurutnya bawang putih dan bawang merah merupakan bahan yang dibutuhkan masyarakat.

"Bawang putih biasanya cuma Rp 30.000 per kilogram, kalau sekarang sampai Rp 65.000. Semoga puasa nanti bisa turun lah," kata dia.


Sementara itu, Ketut Suko Kepala Pasar DTC Wonokromo mengatakan bahwa kenaikan ini terjadi akibat pasokan bawang putih yang menurun. Di mana, kondisi cuaca dan hasil panen petani bawang yang sedikit menjadi penyebab lonjakan tersebut.

"Untuk kenaikan harga bawang putih ini sementara karena alam atau cuaca. Lalu karena panen dari petani mungkin berkurang. Sehingga menyebabkan di lapangan kurangnya ketersediaan pasokan. Kalau kurang pasokan tentukan memicu kenaikan harga," kata dia.

Naiknya harga bawang putih ini, kata dia, juga datang dari pemasok. Sehingga, itu pun yang mengharuskan para pedagang menaikkan harganya agar tidak rugi.

"Kalau bawang sekarang untuk sinco Rp45.000. Sedangkan kating, itu kemarin Rp 65.000 tapi sekarang ada yang Rp55.000. Standarnya sekitar Rp32.000 sampai 33.000 an, kurang lebih segitu untuk kating. Harus naik, karema pedagang ngambilnya juga mahal. Jadi kenaikan ini tidak bisa dihindari mana kala pasokannya berkurang. Pasti naik," jelasnya. (ang/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.