EKONOMI BISNIS

KAI Prediksi Kenaikan Angkutan Lebaran 3-5 Persen

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 23 April 2019 | 14:38 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memprediksi besaran kenaikan penjualan tiket selama masa angkutan Lebaran 2019 antara tiga sampai lima persen dibandingkan 2018.

"Prediksi kita dengan tempat duduk yang disediakan tahun ini naik 3-5 persen," kata Edi Sukmoro Direktur Utama KAI di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019), saat melakukan pengecekan jalur kereta dalam menghadapi Lebaran 2019.

Ia mengatakan pada 2018 KAI menyediakan tempat duduk sebanyak 236 ribu, sedangkan 2019 ini naik menjadi 247 tempat duduk per hari.

Menurut Edi, sampai saat ini, untuk penjualan tiket kereta secara keseluruhan baru mencapai 43,5 persen dan itu dipastikan akan terus naik, mengingat antusias masyarakat juga masih banyak.


"Penjualan sampai dengan hari ini ada 43,5 persen. Itu bukan berarti separuh, karena barang kali saudara-saudara kita belum memesan yang baliknya," ujarnya seperti dilansir Antara.

Edi menambahkan penjualan tiket kereta akan ramai kembali, terutama 30 hari menjelang Lebaran. "Biasanya 30 hari sebelum Lebaran itu baru ramai penjualan tiket," lanjutnya.

Dia memastikan untuk tiket kereta Lebaran masih banyak dan diharapkan kepada para pengguna jasa secepatnya memesan mengingat Lebaran 2019 sudah mulai dekat.

Sementara untuk tiket kereta di H-1 dan H-2 Lebaran 2019 memang sudah hampir terjual habis, namun untuk H-6 sampai H-10 masih tersedia.

"Kalau dikatakan tiket itu habis biasa di H-1, H-2 dan kalau H-6, H-7 8, 9, 10 itu masih ada tempat," tuturnya.

Kuswardojo Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon menambahkan khusus kereta reguler di KAI Daop 3 Cirebon pada H-8 sampai dengan H-1 sudah terjual di atas 70 persen.

"Sedangkan untuk total keseluruhan sudah terjual sekitar 50 persen," katanya.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.