EKONOMI BISNIS

18 Perusahaan Nasional dan Multinasional Tertarik Lelang Migas 2019

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 19 April 2019 | 12:22 WIB
Arcandra Tahar Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Sebanyak 18 perusahaan nasional maupun multinasional tertarik investasi di sektor minyak dan gas (migas). Ini terlihat dari upaya mereka mengakses lelang lima wilayah kerja (WK) migas konvensional tahap I 2019, yang dibuka sejak 21 Februari 2019 lalu.

Dilansir Antara, Jumat (19/4/2019), lima WK migas yang dilelang tersebut terdiri dari dua WK Migas Produksi dan tiga WK Migas Eksplorasi. Dua WK produksi yang ditawarkan yaitu Blok West Kampar yang berlokasi di daratan Riau dan Sumatera Utara dan Blok Selat Panjang di daratan Riau dan yang kedua Blok Selat Panjang berada di daratan Riau.

Tiga WK eksplorasi yang ditawarkan yaitu, Blok Anambas di lepas pantai Kepulauan Riau, Blok West Ganal di lepas pantai Kalimantan Timur, dan terakhir Blok West Kaimana di daratan dan lepas pantai Papua Barat.

"Lelang lima Blok minyak dan gas bumi sudah ada 22 yang akses dari 18 perusahaan multinasional dan nasional, lelang blok migas semakin bergairah," kata Arcandra Tahar Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM).


Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan investasi migas tersebut bergairah, antara lain penerapan skema gross split, proses yang transparan dan cepat, serta kepastian berusaha bagi investor dengan tata waktu yang jelas.

Akses dokumen penawaran lima WK yang dilelang tersebut sudah dapat diakses sejak 25 Februari hingga 24 April 2019. Sementara, pemasukan dokumen partisipasi paling lambat pada tanggal 25 April 2019. Untuk akses bid document itu sendiri para kontraktor dikenai biaya 5.000 dolar AS sebagai bentuk keseriusan perusahaan. (ant/ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.