EKONOMI BISNIS

Menlu Thailand Kunjungi Presiden Bahas Krisis Rakhine dan Kerjasama Indo Pacific

Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 13 Maret 2019 | 20:35 WIB
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Don Pramudwinai Menteri Luar Negeri Thailand di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Don Pramudwinai Menteri Luar Negeri Thailand di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Thailand saat ini memegang keketuaan ASEAN.

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang mendampingi Presiden Joko Widodo selama pertemuan berlangsung menjelaskan bahwa pertemuan tersebut di antaranya membahas soal upaya penyelesaian krisis di Rakhine State dan kerjasama Indo Pacific.

"Presiden menyampaikan sekali lagi mengenai pentingnya keterlibatan ASEAN untuk membantu Myanmar di dalam mempersiapkan repatriasi yang sukarela, damai, dan bermartabat," ucapnya, seperti dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Sebelumnya, dalam KTT ke-33 ASEAN pada November 2018, Indonesia mengajak negara-negara ASEAN untuk bahu-membahu menyelesaikan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

Melalui KTT tersebut, Presiden Joko Widodo mengusulkan pelibatan The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) dalam membantu penyelesaian krisis itu.

Inisiatif tersebut disambut baik oleh negara ASEAN. Saat ini telah dilakukan pengiriman Preliminary Needs Assessment Team dari AHA Centre, ASEAN Secretariat dan ERAT (ASEAN Emergency Response and Assessment Team) dari beberapa negara anggota ASEAN.

Selain itu, Presiden Joko Widodo dan Menlu Thailand juga membicarakan soal konsep kerja sama Indo-Pasifik yang digagas Indonesia beberapa waktu terakhir.

"Pembahasan konsep tersebut saat ini sedang dilakukan oleh ASEAN," kata Retno.

"Thailand menunjukkan dukungan yang besar terhadap pengembangan konsep Indo-Pacific ASEAN" tuturnya.

Ini adalah konsekwensi dari letak ASEAN yang berada di tengah, antara dua samudera tersebut dan tekad ASEAN menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan stabil, damai, dan sejahtera.

Selain itu, dibahas pula upaya peningkatan kerjasama bilateral. Dalam kaitan ini, Presiden meminta kerjasama Thailand dalam upaya menstabilkan harga karet dunia. (dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.