EKONOMI BISNIS

Indonesia Berbagi Pengalaman Pengembangan UMKM ke Afrika Selatan

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 23 Februari 2019 | 20:59 WIB
Penyelenggaraan seminar mengenai pengembangan UMKM oleh KBRI Pretoria di Provinsi Gauteng, Afrika Selatan, Kamis (21/2/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - KBRI Pretoria bekerjasama dengan Perpustakaan Bodibeng dan Kgwebong Consulting menyelenggarakan kegiatan "Seminar on Township Economy: Lessons from Indonesia Experience" di Perpustakaan Bodibeng, Township Soshanguve, Provinsi Gauteng, Afrika Selatan, Kamis (21/2/2019).

Dilansir Antara, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan guna memperingati 25 tahun kerja sama bilateral antara RI-Afrika Selatan, sekaligus perayaan 20 tahun berdirinya Perpustakaan Bodibeng.

Berdasarkan keterangan tertulis KBRI Pretoria, Sabtu (23/2/2019), seminar tersebut menghadirkan narasumber dari KBRI Pretoria dan pelaku usaha UMKM Afrika Selatan yang pernah mendapat pelatihan pembangunan kapasitas di Indonesia.

Para peserta menyambut positif kegiatan yang telah menambah wawasan dan memberikan kesempatan untuk membangun jejaring usaha.

Abdul Gafur Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Pretoria menyampaikan paparan mengenai good practices Pemerintah RI dalam menciptakan iklim usaha yang mendukung pengembangan UMKM dalam negeri.

"Pemerintah menjadi fasilitator dalam pengembangan industri kecil dan menengah. Di antara kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, antara lain penyederhanaan izin usaha, penurunan suku bunga pinjaman, relaksasi pajak, pemberian akses pasar, dan standarisasi produk," ujar dia.

Sementara Sello Motsei pembicara kedua asal Afrika Selatan, menceritakan pengalamannya secara langsung melihat pengembangan usaha UMKM di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada 2014, Pemerintah Kota Tasikmalaya dan KADIN mengundang Motsei sebagai wakil pengusaha Afrika Selatan untuk membuat film dokumenter mengenai peran UMKM di Indonesia.

"Kunci sukses UMKM bertahan di Indonesia bukan saja kemandirian para pengusaha kecilnya, tetapi juga budaya saling tolong-menolong dalam masyarakat," kata Motsei.

Sesi tanya jawab dalam seminar berlangsung interaktif. Beberapa pengusaha lokal yang hadir bertanya lebih lanjut bagaimana dapat meningkatkan kerja sama demi pengembangan usahanya. Pengusaha garmen di Soshanguve misalnya, bertanya mengenai pengadaan kain batik yang berkualitas bagus dengan harga bersaing dari Indonesia.

Seminar ini merupakan wujud dukungan Indonesia untuk pengembangan UMKM Afrika Selatan sekaligus promosi Indonesia dengan sasaran pengusaha lokal dan masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan informasi yang berguna mengenai kebijakan dan insentif Pemerintah RI bagi dunia UMKM.

Indonesian Trade and Promotion Centre (ITPC) Johannesburg memanfaatkan kesempatan ini untuk memamerkan produk-produk dalam negeri yang dirasakan sesuai dengan selera pasar setempat. Produk seperti mie instan, kopi instan, dan minuman energi tampak dinikmati oleh para pengunjung.

ITPC Johannesburg juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring dengan para potential reselller produk-produk Indonesia. Diharapkan setelah ini terdapat tindak lanjut kerja sama melalui tangan-tangan para pelaku usaha UMKM Afrika Selatan. (ant/wil/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.