EKONOMI BISNIS

PMA 2018 Turun, Jatim Gantungkan Peningkatan Investasi pada Kilang Minyak Tuban

Laporan Denza Perdana | Selasa, 12 Februari 2019 | 15:40 WIB
Joko Widodo Presiden beserta rombongan meninjau Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, pada tahun 2015. Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Jawa Timur membukukan jumlah penanaman modal di Jawa Timur senilai Rp155,65 triliun sepanjang 2018.

Secara umum realisasi penanaman modal di Jatim ini meningkat sekitar 0,02 persen dibandingkan 2017, yang mana jumlah investasi yang masuk pada tahun itu sebanyak Rp152,39 triliun.

Namun, jumlah investasi dari perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di Jatim menurun. Dari total investasi yang tercatat, jumlah PMA hanya Rp17,87 triliun atau hanya 11,4 persen dari keseluruhan.

Dibandingkan tahun 2017, yang mana jumlah PMA saat itu mencapai Rp21,49 triliun, PMA pada 2018 mengalami penurunan sebanyak 0,16 persen.


Demikian halnya bila dilihat secara proporsi, proporsi PMA pada 2018 menurun 0,3 poin dibandingkan proporsi PMA pada 2017 yang mencapai 0,14 persen dari total investasi di Jawa Timur.

Aris Mukiyono Kepala DPM-PTSP Jatim mengatakan, penanaman modal di Jawa Timur tidak hanya bergantung pada PMA saja. Ada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan penanaman modal nonfasilitas.

"Kami memang punya target peningkatan pada 2019 ini, terutama terkait rencana ground breaking Rosneft di Tuban," kata Aris ketika dihubungi suarasurabaya.net Selasa (12/2/2019).

Groundbreaking kilang baru New Grass Root Refinery (RGGR) oleh PT Pertamina-Rosneft Oil Company Rusia itu akan dilakukan pada akhir Februari 2019 ini.

Kilang baru di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang direncanakan berkapasitas produksi 300 ribu barel per hari itu bernilai investasi Rp199,3 triliun.

DPM-PTSP berharap, dengan dimulainya proses pembangunan kilang baru di Tuban PMA di Jawa Timur turut terkerek naik. Ini seiring adanya target peningkatan investasi di Jawa Timur pada 2019.

"Kami memang menargetkan peningkatan investasi 15 persen dibandingkan tahun lalu," kata Aris.(den/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.