EKONOMI BISNIS

Arus Peti Kemas Pelindo III Naik 8,5 Persen

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 22 Januari 2019 | 16:48 WIB
Proses bongkar muat peti kemas. Foto: Pelindo III
suarasurabaya.net - Jumlah arus peti kemas sepanjang tahun 2018 di terminal pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III naik 8,5 persen jika dibandingkan periode sebelumnya di tahun 2017. Data Pelindo III mencatat arus peti kemas tahun 2018 sebesar 5,3 juta TEUs sementara di tahun 2017 hanya sebesar 4,9 juta TEUs.

Faruq Hidayat Sekretaris Perusahaan Pelindo III menyebut kenaikan jumlah arus peti kemas tersebut salah satunya disebabkan oleh meningkatnya arus peti kemas luar negeri di lingkungan Pelindo III yang mencapai 9,35 persen. Arus peti kemas luar negeri tumbuh dari 2,1 juta TEUs di tahun 2017 menjadi 2,3 juta TEUs di tahun 2018.

"Di tahun 2018 kemarin ada 1,14 juta TEUs peti kemas impor, 1,15 juta TEUs peti kemas eksport dan 21 ribu peti kemas transhipment internasional. Kegiatan peti kemas internasional dilakukan di 3 terminal Pelindo III yakni Terminal Peti kemas Surabaya (TPS), Terminal Teluk Lamong (TTL) dan di Terminal Peti kemas Semarang (TPKS)," kata Faruq di Surabaya, seperti dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (22/1/2019).

Lebih lanjut Faruq menyebut kenaikan arus peti kemas di lingkungan Pelindo III juga dipicu oleh meningkatnya arus peti kemas domestik sebesar 8 persen. Sepanjang tahun 2018, Pelindo III mencatat arus peti kemas domestik sebesar 3 juta TEUs. Hal ini salah satunya disebabkan oleh letak pelabuhan di bawah Pelindo III yang berada di antara kawasan barat dan timur Indonesia.


"Sebanyak 70 persen arus peti kemas domestik Pelindo III tercatat di Pelabuhan Tanjung Perak. Ini semakin mengukuhkan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pusat peti kemas domestik di Indonesia. Ada 72 rute pelayaran domestik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Setidaknya 75 persen dari rute tersebut mengarah ke wilayah timur Indonesia," tambahnya.(iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.