EKONOMI BISNIS

Menperin Dorong PT Inka Ekspor ke Sektor Non Tradisional

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 20 Januari 2019 | 20:20 WIB
Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian saat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (20/1/2019). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian menargetkan kegiatan ekspor yang dilakukan oleh PT Industri Kereta Api (Inka) semakin meningkat. Menurutnya, ekspor berbasis manufaktur ini mempunyai daya tahan lebih kuat. Artinya, tidak terganggu dengan gejolak naik turunnya harga komoditas.

Terlebih, lanjut dia, PT Inka memiliki kemampuan engineering dan produk nasional yang sudah mampu menembus pasar ekspor. Meski harus bersaing dengan negara lain, dia meyakini peluang untuk menjadi pemenang tender bisa diraih PT Inka.

"Apa yang dilakukan oleh PT Inka sudah menembus pasar non tradisional. Seperti Bangladesh, Filipina, dan negara lain. Ini salah satu BUMN yang punya kompetensi tinggi. Walau banyak pesaing, PT Inka bisa memenangi persaingan itu," kata Airlangga, Minggu (20/1/2019).

Tahun lalu, kata dia, 70 persen kegiatan ekspor di Indonesia berasal dari industri pengolahan. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong industri pengolahan agar kegiatan ekspor meningkat.


Salah satunya, pemerintah membantu dengan Bank Ekspor Impor (Bank Exim) untuk mengucurkan pembiayaan ekspor kepada PT Industri Kereta Api. Bank Exim mendukung ekspor kereta api dalam rangka penetrasi dan pengembangan ekspor ke pangsa pasar nontradisional.

"Sehingga, kita memang kedepannya untuk ekspor produk-produk seperti industri strategis itu memang harus dipaket dengan pembiayaan. Kita akan terus tingkatkan ekspor dan juga dikembangkan industri yang berbasis pada subtitusi impor," kata dia.

PT Inka merupakan supplier terbesar yang menduduki peringkat ke empat di Asia dan peringkat ke delapan di dunia. Saat ini, PT Inka sedang mengerjakan beberapa proyek di antaranya kereta penumpang untuk Bangladesh, Filipina, dan LRT (Light Rail Transit) untuk Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek). (ang/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.