EKONOMI BISNIS

Pemkab Situbondo Dorong Perekonomian melalui Geliat Perkopian

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 13 Desember 2018 | 11:43 WIB
Didik Suryadi, Pegiat Kopi sekaligus Ketua Kelompok Tani Sejahtera di Desa Kayumas, Situbondo. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Sejauh ini, beberapa tahun terakhir pemerintah daerah setempat memang telah banyak menggelar sejumlah kegiatan, seperti festival kopi untuk mempromosikan kopi arabika khas Situbondo, yakni Kopi Arabika Kayumas.

Namun, dorongan pemerintah daerah kepada petani kopi harus berkesinambungan, agar tidak terkesan setengah hati dan geliat perkopian di Kabupaten Situbondo dinilai maju mundur. Hal ini diungkapkan Didik Suryadi, Ketua Kelompok Tani Sejahtera di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa yang menyampaikan bahwa geliat perkopian di Situbondo dari hulu hingga hilir sudah cukup bagus dan berkembang.

Namun, promosi kopi khas Situbondo, yakni kopi Arabika Kayumas dirasa masih kurang, padahal kopi Arabika Kayumas merupakan kopi yang sudah dikenal memiliki rasa yang khas sejak zaman Kolonial Belanda.

"Beberapa tahun lalu, pemerintah daerah gencar mempromosikan kopi Arabika Kayumas, dengan menggelar berbagai kegiatan-kegiatan termasuk festival kopi. Namun, saat ini geliat perkopian kembali mengendor," kata Didik, seperti dilansir Antara, Kamis (13/12/2018).

Petani kopi tidak memungkiri dukungan pemerintah daerah yang telah membantu pengembangan kopi rakyat khususnya di Desa Kayumas. Namun, pemerintah kabupaten juga perlu membantu petani kopi dalam hal pemasarannya.

"Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait memang perlu ada kolaborasi untuk menggeliatkan perkopian di Situbondo," tutur Didik.

OPD yang perlu berkolaborasi diantaranya, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan sebagai dinas yang dapat mengedukasi budidaya kopi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian terkait dengan produksi kopi dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mendorong semakin berkembangnya pelaku UMKM serta Dinas Pariwisata mendukung wisata tentang perkebunan kopi arabika Kayumas.

"Yang paling penting untuk menggeliatkan perkopian di Situbondo perlu menggenjot promosi kopi Arabika Kayumas. Jika, tidak maksimal dalam promosi, pastinya akan ketinggalan."

Sebagai bentuk dorongan dan mempromosikan kopi Arabika Kayumas, Pemerintah Kabupaten Situbondo, beberapa waktu lalu telah menggelar "Festival Kopi Kayumas Juara Dunia" dalam rangka lebih pada memperkenalkan dan mempromosikan potensi kopi khas Kayumas sebagai komoditas kopi unggulan.

Kualitas kopi asal Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa teruji juara dunia untuk kategori kualitas rasanya. Pemerintah daerah berharap dapat memacu para petani kopi rakyat, khususnya, agar memperlakukan kopinya dengan organik.

Menurut Dadang Wigiarto Bupati Situbondo, di Desa Kayumas, sampai saat ini tercatat ada sekitar 1.200 hektare (ha) kebun kopi arabika yang sedang dalam proses pemeliharaan organik murni dan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kalau perlakuan tanaman kopi secara organik berhasil, kata Dadang, tentunya kualitas kopinya akan tetap terjaga, sehingga yang disebut kopi Kayumas juara dunia tidak hanya setahun dua tahun saja, tetapi yang diharapkan kualitas kopi tetap dipertahankan. (ant/dim)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.