EKONOMI BISNIS

Cek Ini Sebelum Memanfaatkan Harbolnas

Laporan Pramudita Rah M | Rabu, 12 Desember 2018 | 09:23 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - DR Tuti Budi Rahayu, Sosiolog Universitas Airlangga mengatakan, harga murah yang ditawarkan saat kegiatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) memang menggiurkan untuk konsumen. Tapi, lihat dulu providernya, profesional apa tidak.

"Kalau tidak profesional, hindari. Salah satunya bisa dilihat dari bagaimana kita bisa dengan mudah tracking pengiriman barang sudah sampai mana," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (12/12/2018).

Selain itu konsumen juga harus berhati-hati dengan kualitas barang yang ditawarkan.

Harbolnas adalah kegiatan yang terselenggara dari kesepakatan para pemilik toko online. Acara ini diminati masyarakat untuk berbelanja karena toko online beramai-ramai memberikan berbagai diskon dan promosi besar-besaran selama satu hari, yaitu setiap tanggal 12 Desember.


Menurut Tuti, sepanjang tidak merugikan masyarakat, belum perlu regulasi khusus dari pemerintah untuk kegiatan ini.

Sementara, Yusak Novanto, Psikolog Industri dari Universitas Pelita Harapan mengatakan, pembelian serabutan yang tidak direncanakan sebelumnya bisa dikategorikan sebagai impulsive behaviour.

"Kalau ke toko konvensional, kita kan tahu berapa banyak uang yang kita bawa, berapa yang akan kita belanjakan. Kalau online, banyak yang memakai kartu kredit sehingga tidak bisa mengukur, beli ini beli itu," tuturnya.

Dia memperkirakan, ke depannya, jelang Idul Fitri, mungkin juga ada kegiatan serupa Harbolnas. Karena konsumen selain dapat gaji, biasanya mendapat uang tambahan.

"Dari sisi penjual online, ada dua menu penting yaitu Natal dan tahun baru. 12.12 juga dimanfaatkan toko online untuk cuci gudang akhir tahun," katanya.(prm/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.