EKONOMI BISNIS

Jokowi: Banyak Startup Indonesia yang Berpeluang jadi Unicorn

Laporan Farid Kusuma | Jumat, 07 Desember 2018 | 14:42 WIB
Joko Widodo Presiden berswafoto bersama ribuan peserta Digital Startup Connect 2018. Foto: Twitter @jokowi
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden optimistis bisnis rintisan berbasis teknologi (startup) karya generasi muda Indonesia bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi (valuasi) di atas 1 miliar Dollar AS atau istilahnya Unicorn.

Menurut Presiden, sekarang ada tujuh startup yang menyandang predikat Unicorn di kawasan ASEAN. Dari jumlah itu, empat di antaranya berasal dari Indonesia.

Yaitu Go-Jek dengan valuasi sekitar 4 miliar Dollar AS, Traveloka sekitar 2 miliar Dollar AS, Tokopedia sekitar 1,2 miliar Dollar AS, dan Buka Lapak dengan valuasi sekitar 1,1 miliar Dollar AS.

"Saya mau ada banyak rintisan eksportir yang bisa merambah pasar global. Saya yakin, startup yang ada di sini bisa menjadi unicorn," ucap Jokowi saat membuka acara Digital Startup Connect 2018, Jumat (7/12/2018), di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Syarat yang dibutuhkan untuk menjadi Unicorn, sambung Presiden, antara lain kerja keras, inovatif, berani bermimpi besar, dan orientasinya sosiopreneur atau bisa jadi solusi berbagai masalah di masyarakat.

Di hadapan ratusan pelaku bisnis digital, Presiden juga minta supaya ekosistem ekonomi digital jangan cuma fokus di dunia dalam jaringan (daring) atau online, tapi juga harus berkolaborasi dengan luring atau offline.

Lebih lanjut, Jokowi Presiden juga mengungkapkan besarnya sumbangan ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia dan Indonesia.

Berdasarkan hasil survei Digital Spillover kerja sama Huawei dengan Oxford Economics, besaran ekonomi digital dunia tahun 2017 mencapai 11,5 triliun Dollar AS atau setara 15,5 persen PDB dunia.

Diperkirakan, ekonomi digital tahun 2025 mencapai 23 triliun Dollar AS atau setara 23,4 persen PDB dunia.

Presiden menambahkan, ekonomi digital juga memberi kontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia tahun 2017, sebesar 7,3 persen. Lebih besar dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen.

Tahun 2018, ekonomi digital diproyeksi berkontribusi 8,5 persen terhadap PDB Indonesia. (rid/nin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.