EKONOMI BISNIS

Pemkot Surabaya Bakal Bikin Marketplace Khusus UMKM

Laporan Denza Perdana | Jumat, 09 November 2018 | 14:24 WIB
Ilustrasi UMKM. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Surabaya berencana membuat aplikasi khusus UMKM yang berisi daftar produsen dan barang yang dibutuhkan.

Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengatakan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Surabaya sudah bergerak mempersiapkan ini.

Saat ini, kata Eri, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya sedang melakukan pendataan apa yang dibutuhkan UMKM di Surabaya, hingga di tingkat toko kelontong, dan menyiapkan koperasi yang menyediakan barang berharga lebih murah dari di pasaran.

Sementara, dinas Perdagangan Kota Surabaya sedang bergerak melakukan pendataan produsen barang-barang kebutuhan pokok maupun kebutuhan lain yang diperlukan UMKM yang berbasis di Surabaya.

Pendataan ini dilakukan untuk memudahkan pelaku UMKM di Surabaya dalam mendapatkan barang kebutuhan mereka dengan harga yang lebih murah, sehingga mereka bisa fokus untuk mengembangkan usaha.

"Nah, kami berencana bikin aplikasi yang mana dengan aplikasi ini UMKM nanti tinggal memilih produsen mana yang memproduksi barang kebutuhannya, nanti bisa langsung dikirim," katanya, Jumat (9/11/2018).

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya yang akan membangun aplikasi UMKM yang mirip marketplace ini. Eri mengatakan, Surabaya memang sudah harus mengarah ke sana.

Pada praktiknya, kata Eri, Pemkot Surabaya akan melibatkan para pelaku startup yang ada di Koridor co-Working Space di Gedung Siola, dalam perencanaan pembuatan aplikasi ini.

"Tentu kami akan ajak bicara mereka, supaya mereka bisa memberikan sumbangsih untuk perkembangan perekonomian di Surabaya. Tidak menutup kemungkinan, mereka yang akan mendesain aplikasinya," ujarnya.

Aplikasi yang akan berfungsi sebagai jembatan UMKM dengan produsen ini diharapkan bisa memotong mata rantai perdagangan yang biasanya melalui pihak lain yang berkepentingan supaya harga barang bisa ditekan.

Eri mengatakan, hingga Januari 2019 mendatang, proses pendataan masih akan dilakukan oleh dinas-dinas terkait. Pada awal tahun itu pula, pembuatan aplikasi ini ditargetkan sudah dilakukan secara linier.

Harapannya, pada pertengahan 2019 mendatang, UMKM Kota Surabaya sudah bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan barang hasil produksi lainnya.

Pada perkembangannya, menurut Eri, Pemkot Surabaya juga akan melakukan pendataan produsen tidak hanya yang berasal dari Surabaya. Dia menyadari, tidak semua barang kebutuhan UMKM bisa didapatkan di Surabaya.

"Nanti Disperindag dibantu Dinas Penanaman Modal (dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) akan mendata juga produsen yang berasal dari luar daerah," ujarnya.

Eri mengatakan, dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2019 sudah ada anggaran untuk peningkatan UMKM.

Yang perlu dilakukan, pada pembahasan Rancangan APBD 2019 mendatang, rencana pembuatan aplikasi dan sebagainya ini akan diarahkan pada anggaran untuk promosi UMKM.

Eri menegaskan, sudah menjadi tugas Pemkot Surabaya untuk mempromosikan UMKM yang ada di Kota Surabaya agar mereka bisa lebih berkembang dan menjadi lebih besar.

Seiring proses pembuatan aplikasi dan lainnya, Eri mengatakan, Pemkot Surabaya juga akan meningkatkan pelatihan-pelatihan yang menyasar para pelaku UMKM di Surabaya.

Terbuka untuk Kerja Sama

Beberapa waktu lalu salah satu aplikasi marketplace buatan anak bangsa sudah mulai mengarah pada UMKM. Perusahaan startup unicorn itu telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Tidak hanya di level menengah, marketplace itu juga berupaya menjembatani UMKM hingga di level toko kelontong dengan menyediakan layanan pembelian barang-barang kulakan.

Eri Cahyadi Kepala Bappeko Surabaya mengatakan, dia tidak mengetahui hal ini. Pembuatan aplikasi milik Pemkot Surabaya itu sebenarnya sudah direncanakan sejak lama.

"Sekarang ini saya belum berani menyebut aplikasi ini sebagai marketplace, ya. Tapi kami di Pemkot Surabaya memang mengarah ke sana," katanya.

Dalam perkembangannya, Eri mengatakan, Pemkot Surabaya tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan pihak manapun untuk pembuatan aplikasi ini.

"Ya, kami nanti tidak akan menutup pintu kerja sama dengan siapa saja. Yang penting tujuan kami adalah meningkatkan daya saing UMKM di Surabaya," ujarnya.

Rencananya, aplikasi ini akan menempel di website Surabaya Single Window Pemkot Surabaya tapi bukan di fitur pelayanan perizinan. Menurut Eri, masih banyak yang perlu dibicarakan.

Termasuk yang perlu dibicarakan lebih lanjut adalah pola pembayaran bagi UMKM terhadap Produsen di aplikasi tersebut. Karena tidak semua UMKM memiliki debit dengan limit besar.

"Kami masih perlu membicarakan lagi soal pembayaran ini supaya di kemudian hari tidak menjadi masalah baru," katanya.

Penyiapan Infrastruktur

Pergerakan ekonomi di bidang perdagangan memerlukan jalur logisitik yang memadai. Setiap logistik perlu tempat penyimpanan berkapasitas besar untuk mendukung distribusi.

Pemkot Surabaya sedang menyiapkan sejumlah rencana untuk mengadakan pergudangan yang memadai sebagai tempat penyimpanan barang sementara sebelum didistribusikan ke UMKM di Surabaya.

Eri Cahyadi Kepala Bappeko Surabaya mengatakan, awalnya Pemkot Surabaya sempat berencana meletakkan lokasi pergudangan ini di kawasan Pakal.

"Tapi karena berbagai pertimbangan, lokasi itu dianggap tidak memadai. Kami akan mencoba berkoordinasi dengan PT Sier yang memang bergerak di bidang ini," ujarnya.

Dalam hal infrastruktur penunjang logistik, Pemkot Surabaya saat ini juga terus memproses Jalan Lingkar Luar Barat dan Lingkar Luar Timur di Surabaya.

"Pada 2019 mendatang, sebagai city of logistics kami akan fokus ke sana (infrastruktur penunjang logistik)," kata Eri.(den/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.