EKONOMI BISNIS

Menyongsong Pers yang Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital ala Pakde Karwo

Laporan Denza Perdana | Rabu, 07 November 2018 | 09:38 WIB
Peluncuran jelang Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang dipusatkan di Jawa Timur pada 9 Februari 2019 mendatang, Surabaya, Selasa (6/11/2018) malam. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Menjelang peringatan Hari Pers Nasional yang dipusatkan di Jawa Timur pada 9 Februari 2019 mendatang, Soekarwo Gubernur Jawa Timur menggelar peluncuran HPN 2019 di salah satu Hotel di Surabaya, Selasa (6/11/2018) malam.

Pakde Karwo menggelar gelar wicara dan diskusi dengan sejumlah tokoh pers seperti Lutfil Hakim Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWI Jatim, Margiono Ketua Penanggung Jawab HPN 2019, dan Suko Widodo Pengamat Komunikasi dari Unair.

Diskusi yang dimoderatori oleh Topan, pelawak Jawa Timur itu berlangsung gayeng dan guyub, penuh guyonan. Topiknya seputar tema HPN 2019, yakni "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital."

Pakde Karwo menggandeng rekan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) agar turut menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Jawa Timur, yang mana Pemprov Jatim sebelumnya sudah bekerja sama dengan Bukalapak.com.

Sehari sebelumnya, Pakde Karwo sudah menandatangani MoU dengan Bukalapak.com untuk kerja sama dalam mengangkat UMKM di Jawa Timur. Pakde meminta Bukalapak memprioritaskan penawaran produk UMKM Jatim, bukan barang luar negeri.

"Oke, kemarin kita MoU. 'Merah Putih' berarti ini," ujar Pakde Karwo.

Pakde Karwo sebelumnya telah menyebutkan, kalau kerja sama dengan e-commerce memasarkan produk UMKM di Jatim ini berhasil, maka hal ini menjadi nasionalisme baru.

Nasionalisme baru itulah yang dia maksud dengan "merah putih." Selanjutnya, dia menggandeng pers. Karena menurutnya, pers memiliki kekuatan untuk menjadikan informasi berkembang dengan baik di masyarakat.

Melalui kerja sama dengan PWI, yang mana MoU kedua pihak ditandatangani di peluncuran HPN 2019 kemarin, dia berharap pers lebih mempublikasi aktivitas penguatan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Jatim.

Kerja sama dengan PWI itu, kata Pakde Karwo, dia maksudkan sebagai bentuk kerja sama dengan pers secara luas, bukan hanya dengan PWI secara organisasi dengan struktur kepengurusan yang ada.

"Jangan bayangkan PWI yang struktural, tapi ini PWI yang fungsional. Di situ ada sistem digital media kita, di situ ada media-media seperti beritajatim.com yang bisa bekerja sama dengan Bukalapak untuk publish," ujarnya.

Pakde Karwo sebelumnya sempat meminta agar Bukalapak.com melakukan rating terhadap UMKM Jatim yang masuk di aplikasi e-commerce-nya, supaya rating itu menjadi portofolio bagi UMKM untuk mengajukan permohonan modal di financial technology (Fintech).

Dalam MoU dengan PWI, agaknya Pakde Karwo berharap yang sama terhadap pers yang tergabung di dalam organisasi ini, supaya "jalan lurus" upaya meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku UMKM itu bisa semakin mulus.

"Kerja sama ini seperti yang dibayangkan Pak Suko. Harus ke sana," ujarnya.

Suko Widodo Pengamat Komunikasi Unair sempat memaparkan panjang lebar tentang peran pers dan mindset para pencari berita di tanah air yang menurutnya perlu reformasi dan revolusi mental.

Media di Tanah Air, kata dia, perlu menguatkan pemahaman terhadap permasalahan sosiologis di setiap daerah, juga menghadirkan berita-berita yang lebih luas menjangkau negara tetangga.

Kembali pada ekonomi digital, Pakde Karwo mengatakan, setahun sudah Pemprov Jatim mencari jalan tengah ke pemerintah pusat soal optimalisasi ekonomi digital untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Tapi upaya ini menemui kebuntuan.

"Setahun ini kami bicarakan dengan Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri UMKM. Setahun. Sampai sekarang belum tembus. Maka kita mulai saja sudah, dengan pers, dengan e-commerce. Ini akan menjadi jalan baru yang belum pernah kita temukan sebelumnya. Tapi karena jiwa pejuang kita (Jatim), kita berani masuk ke situ," ujarnya.

Tri Bagus Head of Sales Bukalapak.com mengatakan, saat ini sudah ada 4 juta UMKM di seluruh Indonesia yang tergabung di aplikasi e-commerce ini. 10 persen di antaranya sekitar 400-500 ribu UMKM berasal dari Jawa Timur.

Pemprov Jatim sendiri menargetkan, pada 2019 mendatang seluruh UMKM di Jawa Timur dengan total 1,2 juta, yang terdata dari hasil survei BPS pada 2016 silam, bisa terjangkau seluruhnya dalam program kerja sama dengan Bukalapak.com dan PWI Jatim ini. (den/nin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.