EKONOMI BISNIS

Pemerintah Segera Gratiskan Pembayaran Tol Suramadu

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21:35 WIB
Jembatan Suramadu. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Dalam waktu dekat ini Pemerintah akan membebaskan pembayaran untuk kendaraan roda empat atau lebih yang melintasi tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan menekan biaya produksi pengiriman barang.

Soekarwo Gubernur Jawa Timur, mengatakan tim dari kepresidenan akan turun ke lapangan untuk menghitung dan selanjutnya Presiden yang akan menentukan rencana penggratisan biaya tersebut.

"Suramadu dilakukan pembebasan sebagai tol masih dihitung, ini langkah baik, nunggu tim. Ini berita baik supaya ongkos di Madura jauh lebih efisien," katanya usai menggelar pertemuan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantor Otoritas Bandara di lingkungan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Sabtu, (20/10/2018) dilansir dari Antara.

Soekarwo mengatakan siap membuka jalur penyeberangan dengan rute Pelabuhan Jangkar Situbondo ke Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat, untuk mempercepat proses transportasi dan pengiriman barang antarkedua wilayah.

"Dengan adanya jalur tersebut, maka kapal tidak lagi melalui Bali, sehingga pengiriman bisa berlangsung dengan cepat dan efisien," katanya.

Ia mengemukakan, Pemprov Jatim sangat menunggu kebijakan dari pemerintah pusat supaya pengiriman barang menuju NTB bisa lebih cepat dan efisien.

"Dengan kapal ini diharapkan bisa lebih cepat karena dikirim tanpa melalui Bali," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Fatah Jasin mengatakan, kapal yang singgah di Pelabuhan Jangkar bobotnya bisa mencapai 5.000 gross ton.

"Saat ini, segala infrastruktur sudah siap dan bisa digunakan. Tinggal menunggu perjanjian kerja sama dengan pihak ASDP," ujarnya.(ant/dim)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.