EKONOMI BISNIS

Moeldoko: Pengusaha Tidak Perlu Takuti Pesta Demokrasi, Pasti Aman

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 20 September 2018 | 23:51 WIB
Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan mengapresiasi upaya puluhan pengusaha di Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim dalam menguatkan rupiah.

Menurutnya, komitmen Forkas adalah bentuk patriotik sejati kepada bangsa. Dia berharap, aksi itu menjadi inspirasi bagi pengusaha lainnya agar turut membantu menstabilkan nilai rupiah.

"Saya bangga dan sangat mengapresiasi Forkas Jatim," kata Moeldoko dalam aksi bersatu menguatkan rupiah di Hotel Majapahit Surabaya, Kamis (20/9/2018).

Moeldoko mengutip pesan Joko Widido Presiden bahwa pemerintah akan terus berperan memastikan kelancaran kegiatan investasi di Indonesia.

Salah satunya, dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur demi kemudahan bagi para investor. Misalnya, perbaikan transportasi yang akan menekan cost logistik.

"Untuk menuju ekonomi yang baik sehingga investor berbondong-bondong masuk ke Indonesia, pemerintah telah menyediakan berbagai prasyaratnya. Salah satunya pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Namun, kata dia, pemerintah juga perlu dukungan masyarakat terutama dalam menyikapi isu perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China dan berlangsungnya pesta demokrasi.

Dia meminta masyarakat tidak perlu takut. Kesempatan investasi di dalam negeri tetap besar meski situasi saat ini sedang diguncang berbagai dinamika politik dan ekonomi.

"Indonesia dan negara lain saling mempengaruhi. Itu tidak bisa dihindari karena kita berada di dunia global. Seperti perang dagang, semuanya pasti terpengaruh. Tidak perlu khawatir, investasi disini masih aman," katanya.

Menjelang pesta demokrasi ini dia meminta agar pengusaha tidak perlu takut dan berbondong-bondong ke luar negeri. Pemerintah, kata dia, akan menjamin keamanan pelaksanaan Pemilu.

Dia mencontohkan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 yang berlangsung lancar dan aman tanpa konflik yang memanas atau terpicunya kericuhan.(ang)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.