EKONOMI BISNIS

BPS: Ekspor Jatim Turun 0,07 Persen

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 18 September 2018 | 22:12 WIB
Ilustrasi. Foto: rumahumkm.net
suarasurabaya.net - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat nilai ekspor Jatim pada Agustus 2018 mengalami penurunan sebesar 0,07 persen dibandingkan bulan Juli 2018, yaitu dari USD 1,870 miliar menjadi USD 1,869 miliar.

Satrio Wibowo Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mengatakan, penurunan nilai ekspor pada bulan Agustus 2018 tersebut lebih disebabkan karena nilai ekspor pada sektor nonmigas yang turun, meski ekspor migas meningkat.

Apabila dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditas nonmigas turun 4,17 persen, yaitu dari USD 1,80 miliar menjadi USD 1,72 miliar.

"Padahal, nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 92,12 persen dari total ekspor bulan ini. Kalau dibandingkan Agustus 2017, nilai ekspor nonmigas juga turun sebesar 6,69 persen," kata Satrio, Selasa (18/9/2018).

Satrio menambahkan, hal yang berbeda terjadi pada komoditas migas yang justru naik sebesar 99,62 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari USD 73,80 juta menjadi USD 147,33 juta pada bulan Agustus.

Komoditas migas menyumbang 7,88 persen total ekspor Jawa Timur pada Agustus 2018. Apabila dibandingkan dengan Agustus 2017, nilai ekspor migas naik 45,09 persen.

"Secara kumulatif ekspor Januari-Agustus 2018 yang keluar dari Jawa Timur sebesar USD 13,56 miliar atau naik 5,38 persen dibandingkan Januari-Agustus 2017 sebesar USD 12,87 miliar," tambahnya.

Untuk kelompok barang, kata dia, golongan perhiasan atau permata menjadi komoditas ekspor nonmigas utama di Jatim, pada Agustus 2018, dengan nilai transaksi sebesar 239,31 juta dolar AS. Ekspor golongan tersebut naik sebesar 13,48 persen jika dibandingkan transaksi Juli 2018.

Di peringkat kedua adalah golongan barang tembaga, dan ketiga adalah golongan barang kayu. Adapun total ekspor tembaga juta 137,67 dolar AS, sedangkan barang kayu dan barang dari kayu sebesar 13,82 juta dolar AS.

"Untuk jenisnya, permata berkontribusi sebesar 13,90 persen pada total ekspor nonmigas Jatim bulan ini," kata dia.

Satrio mengungkapkan, golongan komoditas perhiasan permata paling banyak diekspor ke Jepang dengan nilai sebesar 181,23 juta dolar AS. Sementara golongan barang tembaga terbesar dieskpor ke Malaysia sebesar 52,60 juta dolar AS, dan golongan barang kayu, utamanya diekspor ke Tiongkok dengan nilai 26,13 juta dolar AS.

"Jepang merupakan negara utama ekspor Jatim pada Agustus 2018, disusul Tiongkok dan Amerika Serikat. Selama bulan ini, ekspor nonmigas ke Jepang mencapai 364,29 juta dolar AS, sedangkan ekspor ke Tiongkok dan Amerika Serikat berturut-turut mencapai 234,30 juta dolar AS dan 228,13 juta dolar AS," pungkasnya. (ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.