EKONOMI BISNIS

PJT I Bangun SPAM Baru di Wilayah Utara Jatim pada 2019

Laporan Denza Perdana | Kamis, 13 September 2018 | 22:11 WIB
Raymond Valiant Ruritan Direktur Utama PJT I saat memberi keterangan pers, Kamis (14/9/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Perum Jasa Tirta (PJT) I dan PT Adhi Karya bekerja sama membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di tiga provinsi di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

SPAM kerja sama kedua perusahaan itu akan dibangun di wilayah utara Jawa Timur, wilayah selatan Jawa Tengah, serta di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

Raymond Valiant Ruritan Direktur Utama PJT I mengatakan, kedua perusahaan telah bersepakat melakukan sharing dana untuk pembangunan SPAM di tiga wilayah itu.

"Akan kami buatkan water treatment plan yang diawali pemasangan pipa transmisi dan distribusi," kata Raymond, Kamis (13/9/2018).

Kedua perusahaan menginvestasikan dana pembangunan SPAM sebesar Rp2 triliun. Rp700 miliar di antaranya untuk wilayah Jawa Timur, Rp900 miliar untuk Jawa Tengah, dan Rp400 miliar untuk Batam.

Raymond mengatakan, proyek pembangunan SPAM di tiga wilayah ini rencananya akan dimulai pada 2019 mendatang.

Untuk wilayah utara Jawa Timur, SPAM akan difokuskan di Lamongan dan Tuban dengan pembangunan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 27 kilometer.

Adapun di wilayah selatan Jawa Tengah, pembangunan pipa difokuskan di Cilacap yang rencananya sepanjang 22 kilometer, sedangkan di Batam rencananya sepanjang 15 kilometer.

Khusus wilayah Jawa Timur, sebagaimana dijelaskan Raymond, air baku penyediaan air minum ini menggunakan air permukaan Sungai Bengawan Solo.

Sasaran konsumen SPAM hasil kerja sama kedua perusahaan ini adalah industri dan warga yang belum mendapat suplai air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Perlu diketahui, sebelum bekerja sama dengan Adhi Karya, PJT I sebenarnya sudah memulai usaha penyediaan air minum di Jawa Timur sejak 2012 silam.

Saat itu, proyek penyediaan air minum dibangun di lima desa di Kecamatan Sekaran, Lamongan. Lalu pada 2014 diperluas ke Desa Brondong, Kecamatan Paciran, Lamongan.

Sekarang, proyek dengan air baku Bengawan Solo itu terus berkembang. Kapasitas distribusi air minum PJT I sudah mencapai 135 liter per detik dengan sasaran warga penerima air mencapai 7.000 rumah.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA