EKONOMI BISNIS

GO-JEK di Vietnam hadir bernama GoVet, di Thailand Get

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 13 Juli 2018 | 07:21 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring, GO-JEK memastikan telah melakukan ekspansi atau pengembangan jaringan ke empat negara di wilayah Asia Tenggara, yakni Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Michael Say Vice President Corporate Communications di Surabaya, Kamis (12/7/2018) mengatakan, untuk Vietnam nama aplikasi akan berubah dan tidak lagi menggunakan nama GO-JEK melainkan GoViet, sedangkan di Thailand namanya adalah Get.

"Untuk dua negara lainnya yakni Singapura dan Filipina belum diumumkan, dan tidak lama lagi di tahun 2018 ini kami akan melakukan soft launching untuk dua negara tersebut," kata Muchael kepada wartawan seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, untuk operasional di Vietnam dan Thailand dijadwalkan pada akhir Juli 2018, dengan tetap melibatkan kearifan transportasi lokal di wilayah setempat.

Terkait aplikasi yang ada di Indonesia, apakah bisa digunakan di empat negara tersebut, Michael Say mengaku tidak bisa, sebab pengguna di Indonesia berbeda dengan di empat negara tersebut.

"Tentunya berbeda, artinya apabila pengguna Indonesia datang ke empat negara itu harus mengunduh aplikasi lain kembali," katanya.

Ia mengatakan, pengembangan jaringan ke empat negara dilakukan setelah melihat pasar di negara tersebut, atau sama yang dilakukan GO-JEK di beberapa daerah di Indonesia dengan melihat kebutuhan pasar masyarakat terlebih dahulu.

"Ekspansi yang kami lakukan ke beberapa negara, seperti yang kami di Indonesia. Contohnya di Gorontalo yang tetap melibatkan pengguna transportasi tiga roda, bukan hanya motor atau dua roda dan mobil," katanya.

Sebelumnya, Malikulkusno Utomo SVP Public Policy and Government Relations GO-JEK Indonesia mengakui telah menyiapkan segala infrastruktur untuk pengembangan GoJek ke beberapa negara.

Selain itu, kata dia, produk dan nama tetap disesuaikan dengan nama masing-masing negara yang menjadi tujuan kerja sama, dengan mengajak kerja sama pengusaha negara setempat. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.