EKONOMI BISNIS

Pakuwon: Tingkat Kunjungan Mal Sudah Pulih dan Kembali Seperti Biasa

Laporan Denza Perdana | Rabu, 23 Mei 2018 | 22:15 WIB
Sutandi Purnomosidi Direktur Marketing Pakuwon Group saat buka bersama Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di Food Court Tunjungan Plaza III, Rabu (23/5/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sutandi Purnomosidi Direktur Marketing Pakuwon Group mengatakan, secara umum kunjungan mal Pakuwon Group sudah menunjukkan pemulihan sejak Kamis (17/5/2018).

"Sabtu (19/5/2018) dan Minggu (20/5/2018) kemarin itu momen di mana kunjungan sudah menunjukkan angka normal," ujarnya kepada suarasurabaya.net usai buka bersama Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di Food Court Tunjungan Plaza III, Rabu (23/5/2018).

Sutandi yang juga Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim mencontohkan, di Tunjungan Plaza, sejak Sabtu kemarin kunjungan berangsur-angsur meningkat.

Hingga Rabu ini, rata-rata kunjungan di salah satu mal terbesar di Surabaya itu sudah mencapai 8.000 mobil. Jumlah ini sudah meningkat sangat signifikan dibandingkan tiga hari pascateror bom di Surabaya.

"Penurunan terburuk setelah kejadian teror itu hari Senin (14/5/2018) dan Selasa (15/5/2018). Penurunan kunjungan bisa mencapai 80 persen," ujarnya.

Bila dihitung dari angka rata-rata normal kunjungan di Tunjungan Plaza yakni 8.000 mobil per hari, maka pada dua hari itu kunjungan merosot menjadi 1.600 mobil per hari.

Aksi teror memang sempat menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat Surabaya, tapi tidak berlangsung lama. Menurut Sutandi, masyarakat Surabaya terbukti tidak terpecah dengan adanya kejadian itu.

Dia juga mengapresiasi upaya Risma turun ke bawah menemui masyarakat sehingga memberikan rasa aman dan nyaman dan menghilangkan kekhawatiran.

"Saya berharap Kapolrestabes bisa terus meningkatkan keamanan di Surabaya, sehingga kami (pengelola mal) tenang," katanya.(den)(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA