EKONOMI BISNIS

Bank Indonesia Membuka Layanan Penukaran Uang Baru

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 22 Mei 2018 | 21:17 WIB
Yudi Harymukti Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim telah membuka layanan penukaran uang baru. Tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan uang baru sebesar Rp15,1 triliun, untuk mencukupi kebutuhan uang baru, bagi masyarakat Surabaya, menjelang Lebaran 2018.

Yudi Harymukti Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim mengatakan jumlah tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya yaitu Rp13,1 triliun dan mengalami peningkatan sekitar 15,3 persen. Hal itu dikarenakan, minat masyarakat untuk menukarkan uang baru pada tahun ini, tergolong sangat tinggi. Mengingat, hari libur lebaran semakin bertambah, sehingga kebutuhan uang baru pun juga meningkat.

"Kenapa meningkat, karena minat masyarakat pun juga meningkat ya. Itu hal yang wajar, yang selalu terjadi di setiap menjelang lebaran. Selain untuk kebutuhan lain-lain saat lebaran, libur lebaran tahun ini juga lebih panjang, yaitu sekitar 12 hari. Menurut saya itu juga memberikan pengaruh, kenapa minat uang baru ini semakin meningkat," kata Yudi, saat ditemui suarasurabaya.net, Selasa (22/5/2018).

Mekanisme penukaran uang baru ini, kata Yudi, Bank Indonesia akan memberlakukan pembatasan, dengan menerapkan sistem paket senilai Rp3,7 juta per orang. Jumlah tersebut, terdiri dari pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000.

Selain itu, untuk bisa melakukan penukaran, Bank Indonesia mewajibkan masyarakat atau penukar menyertakan KTP atau identitas diri lainnya. Identitas itu difungsikan untuk pencatatan, agar masyarakat tidak melakukan penukaran lebih dari sekali.

"Penukarannya, maksimal Rp3,7 juta per orang. Jadi setiap orang hanya boleh tukar sekali saja, dengan jumlah maksimal segitu. Meskipun nukarnya berbeda-beda tempat, dan lebih dari satu kali, tetap tidak bisa. Karena kami sudah mencatatnya. Kenapa dibatasin? Supaya bisa memberi kesempatan ke masyarakat lebih banyak," jelasnya. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA