EKONOMI BISNIS

BI: Kenaikan Suku Bunga Acuan Kurangi Sedikit Pertumbuhan

Laporan Denza Perdana | Kamis, 17 Mei 2018 | 22:03 WIB
Dody Budi Waluyo. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Bank Indonesia (BI) mengakui kenaikan suku bunga acuan senilai 0,25 persen menjadi 4,5 persen pada Mei 2018 akan sedikit mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur BI mengatakan, meskipun terjadi sedikit (slightly) penurunan, BI masih meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 tetap berada di rentang 5,1 hingga 5,5 persen (yoy).

"Meskipun ada perubahan kenaikan 25 basis poin, kami masih tetap menghitung pertumbuhan di 5,1-5,5 persen, mungkin hanya slightly turun dari angka proyeksi kita sebelum ada perubahan suku bunga kebijakan," katanya di Jakarta, dilansir Antara Kamis (17/5/2018).

Pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2018, lanjut Dody, akan didorong pergerakkan investasi dan juga konsumsi rumah tangga. Kontribusi konsumsi akan terdorong oleh belanja pemerintah dan momentum penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tahun ini.

Meskipun suku bunga naik, Dody mengemukakan, investasi swasta diyakini masih terjaga.

"Dari sisi investasi, akan ada yang dilakukan oleh swasta nonbangunan dan akan punya pengaruh positif untuk menjaga investasi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Konsumsi rumah tangga di kuartal I 2018 masih tumbuh di bawah lima persen, sedangkan investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh nyaris delapan persen.

Bank Sentral juga mengaku kebijakan menaikkan suku bunga acuan ini untuk mencegah tingkat pelemahan rupiah lebih dalam. Jika pelemahan rupiah terus berlanjut, maka bisa menjadi ancaman terhadap inflasi domestik yang dijangkar di 2,5 hingga 4,5 persen (yoy).(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA