EKONOMI BISNIS

Orang Indonesia Jadi Pimpinan Asosiasi Manufaktur Sepeda Motor Dunia

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 15 Mei 2018 | 16:35 WIB
Johannes Loman, President International Motorcycle Manufacturers Association (IMMA) periode 2018-2020. Foto: Motorplus
suarasurabaya.net - Johannes Loman, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), terpilih menjadi President International Motorcycle Manufacturers Association (IMMA) periode 2018-2020 pada pertemuan tahunan IMMA di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (9/5/2018).

Johannes Loman yang juga menjabat Executive Vice Presiden Director PT Astra Honda Motor (AHM) tercatat sebagai orang pertama dari Indonesia yang memimpin organisasi yang sudah 70 tahun berdiri itu.

Sebelumnya, IMMA dipimpin Presiden BMW Motorrad Stephan Schaller yang juga memimpin Asosiasi Industri Motor Eropa (ACEM).

"Terima kasih atas kepercayaan ini. Tentu ini tugas berat dan menantang," kata Johannes Loman dalam keterangannya, Selasa.

"Saya berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam memajukan industri otomotif tidak hanya di dalam negeri tapi juga di tingkat global untuk mewujudkan solusi mobilitas yang memudahkan dan menyenangkan bagi kehidupan manusia di masa mendatang," sambung Loman, seperti dilansir Antara.

IMMA merupakan asosiasi yang merepresentasikan industri manufaktur roda dua di skala global yang meliputi beragam produk dari berbagai segmen.

Tugas utama IMMA antara lain menyiapkan kebijakan industri antara lain harmonisasi spesifikasi teknik, aspek lingkungn dan masalah keselamatan agar dapat memberikan pilihan produk yang lebih beragam kepada masyarakat.

Sebelum terpilih menjadi pimpinan IMMA, Loman juga memimpin Federation of Asian Motorcycle Industries (FAMI) periode 2017-2019.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.