EKONOMI BISNIS

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 15 Mei 2018 | 15:36 WIB
Dr. H. Soekarwo Gubernur Jatim dan Drajat Irawan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim dalam Talkshow Warung Pakde di Radio Suara Surabaya, Jalan Wonokitri Besar 40 C, Surabaya, Selasa (15/5/2018). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net - Menjelang bulan Puasa Ramadhan 1439 H, stok berbagai barang kebutuhan pokok di Jawa Timur dipastikan aman. Kepastian ini disampaikan Dr. H. Soekarwo Gubernur Jatim dalam Talkshow Warung Pakde di Radio Suara Surabaya, Jalan Wonokitri Besar 40 C, Surabaya, Selasa (15/5/2018).

"Ketersediaan bahan pokok di Jatim secara keseluruhan sangat cukup, baik itu stoknya maupun yang terdapat di pasar-pasar di kabupaten/kota," kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.

Gubernur kelahiran Madiun ini mengatakan, beberapa komoditi bahkan mengalami surplus hingga bulan Juli 2018. Yakni beras, gula, cabai merah besar, cabai rawit merah, cabai merah keriting, jagung, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam.

Per 14 Mei 2018, lanjut Pakde Karwo, cadangan stok beras di gudang Bulog Jatim mencapai 227.462 Ton, pada bulan Juli mendatang, komoditi ini surplus 859.241 ton. Untuk komoditi gula, stok di gudang Bulog Jatim mencapai 25.762 ton. Sedangkan produksi gula di Jatim/Tahun mencapai 1.010.447,1 ton, dengan jumlah konsumsi mencapai 450.000 ton/tahun.

Ditambahkan, untuk cabe merah besar, pada bulan Mei ini Jatim surplus 569 ton, pada Juli mendatang komoditi ini mengalami surplus 1.635 ton. Kemudian komoditi cabe merah keriting stoknya masih aman dan surplus 13,631 ton pada Juli 2018.

Komoditi lainnya yang juga surplus hingga Juli 2018, imbuh Pakde Karwo, adalah jagung, yang surplus 246.254 ton. Kemudian bawang merah (surplus 17.426 ton), daging sapi (3.463 ton), daging ayam ras (30,552), dan telur ayam dengan surplus mencapai 88,762 pada Juli mendatang.

"Yang kami impor hanya dua, kedelai dan bawang putih. Untuk kedelai, tingkat konsumsi di Jatim mencapai 410 ribu ton, sedangkan produksinya mencapai 350 ribu ton atau sebanyak 37 persen dari produksi nasional, sehingga masih kurang 60 ribu ton," imbuhnya.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.