EKONOMI BISNIS

Gubernur Jatim: Harga Tidak Naik, Jatim Berhasil Melawan Teror

Laporan Denza Perdana | Senin, 14 Mei 2018 | 18:20 WIB
Soekarwo Gubernur Jawa Timur di sela-sela FGD Pengembangan Pariwisata Menyambut Kehadiran Satu Juta Wisatawan Manca Negara, di Hotel JW Marriot, Senin (14/5/2018). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net - Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengatakan, ciri keberhasilan masyarakat Jawa Timur melawan terorisme adalah stabilnya harga komoditas pasar.

Dia menegaskan, ekonomi adalah persepsi. Teroris menginginkan munculnya persepsi negatif dengan melakukan peledakan bom di Surabaya.

Ini disampaikan Pakde Karwo di sela-sela FGD Pengembangan Pariwisata Menyambut Kehadiran Satu Juta Wisatawan Manca Negara, di Hotel JW Marriot, Senin (14/5/2018).

Soekarwo berharap, masyarakat tidak takut melakukan beragam aktivitas keseharian dan tidak mengurangi kegiatannya. Karena ketakutan itulah yang menjadi tujuan terorisme.

Dia juga menegaskan, dirinya dan Forkompimda Jawa Timur memperkuat kerja sama tiga pilar di Jawa Timur. Hingga ke level kepala desa/kelurahan, babinkamtibmas, juga seluruh komponen masyarakat, seperti tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Mengenai kondisi ekonomi Jawa Timur saat ini, khususnya terkait harga-harga, Pakde Karwo menegaskan rasa bangganya atas kebersamaan seluruh komponen di provinsi ini.

Harga-harga komoditas di Jatim menunjukkan penurunan. Bawang putih yang sebelumnya Rp28 ribu per kilogram turun menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Gubernur memerintahkan agar seluruh jajaran terkait terus menekan harga bawang putih agar menjadi Rp24 ribu per kilogram sesuai perhitungannya.

"Hanya beras menthik dan bengawan yang sedikit naik. Ini sebuah kondisi yang menggembirakan," ujarnya sembari memuji kedewasaan masyarakat Jatim.

Dia mengatakan, menaikkan harga pada waktu seperti sekarang adalah "moral hazard" yang penanganannya akan dilakukan oleh kepolisian. (den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA