EKONOMI BISNIS

Kompetensi SDM Syarat Mutlak dalam Implementasi Industri 4.0

Laporan Farid Kusuma | Senin, 16 April 2018 | 21:15 WIB
Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian (kedua dari kiri), menyampaikan paparan terkait kesiapan Indonesia menerapkan Revolusi Industri 4.0, dalam diskusi publik di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018). Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian mengatakan, tantangan era ekonomi digital berbeda dengan revolusi industri sebelumnya. Industri generasi keempat (Industri 4.0), merupakan lanjutan revolusi industri ketiga yang sudah menggunakan robot, dari tahun 1990 sampai hari ini.

"Tantangan ke depan, sebetulnya kesempatan untuk re-skilling pada digitalisasi profesi-profesi yang dibutuhkan. Meski menggunakan robot, tapi masih ada orang yang mengoperasikan robot itu," ujarnya dalam diskusi publik di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Dengan kata lain, Menperin menjamin dalam pelaksanaan Industri 4.0, manusia tidak akan tergantikan oleh robot.

"Semisal di industri bidang internet, banyak pekerjaan seperti call center atau customer service di e-commerce," imbuhnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar itu tidak membantah kalau cukup banyak perusahaan bidang teknologi informatika yang mengambil tenaga kerja dengan keahlian khusus dari luar negeri.

Supaya pekerjaan digital itu tidak dibawa ke luar negeri, Pemerintah mempermudah tenaga kerja asing yang punya skill khususnya pengembangan software, untuk bekerja di Indonesia.

"Dalam implementasi Industri 4.0, kita butuh kompetensi. Sesudah membangun infrastruktur, Pemerintah menggenjot pendidikan vokasi dan tingkat Politeknik, yang nantinya dikembangkan Kemenaker dengan re-skilling," tegasnya.

Airlangga menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan skill baru itu tentu diperlukan pelatihan.

"Kalau dulu banyak pelatihan komputer, ke depan pemerintah mendorong kursus seputar internet, dan materi coding, analisa data statistik atau artificial intelligence di perguruan tinggi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian menyebut Indonesia punya modal besar untuk menjadi pemain kunci di kawasan Asia, dalam mengimplementasikan industri generasi keempat.

Menurutnya, modal utama yang sudah dimiliki untuk bermain di era digitalisasi industri, antara lain adalah pasar domestik, dan banyaknya sumber daya manusia potensial.

Kedua modal itu, kata Menperin, harus bisa dimaksimalkan supaya Indonesia lebih percaya diri memasuki perubahan di era Industri 4.0.

Terlebih lagi, generasi milenial akan punya peranan penting, karena mereka pengguna dominan internet, teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.