EKONOMI BISNIS

Perekonomian Indonesia Capai Level Tertinggi Versi Moody's

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 13 April 2018 | 15:48 WIB
Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service (Moody's) telah meningkatkan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia dari Baa3 (Outlook Positif) menjadi Baa2 (Outlook Stabil) pada Jumat (13/4/2018). Foto: setkab.go.id
suarasurabaya.net - Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service (Moody's) telah meningkatkan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia dari Baa3 (Outlook Positif) menjadi Baa2 (Outlook Stabil).

Menurut Moody's, faktor kunci yang mendukung keputusan menaikkan peringkat SCR Indonesia itu adalah kerangka kebijakan yang kredibel dan efektif, sehingga dinilai kondusif bagi stabilitas makro ekonomi.

"Peningkatan cadangan devisa dan penerapan kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati tersebut memperkuat ketahanan dan kapasitas Indonesia dalam menghadapi gejolak eksternal," bunyi siaran pers Moody's, Jumat (13/4/2018).

Dilansir dari laman setkab.go.id, jika ditinjau dari sisi fiskal, Moody's menilai pemerintah mampu menjaga fiskal defisit di bawah batas 3% sejak diberlakukan pada 2003. Defisit yang dapat dipertahankan di level rendah dan didukung oleh pembiayaan yang bersifat jangka panjang ini menjadikan beban utang tetap rendah sehingga mengurangi kebutuhan dan risiko pembiayaan.

Di sisi moneter, menurut Moody's, penerapan kebijakan nilai tukar fleksibel dan koordinasi kebijakan yang lebih efektif antara Bank Indonesia (BI) dengan Pemerintah Pusat dan Daerah telah mampu menjaga inflasi di level yang cukup rendah dan stabil.

"Bank Indonesia juga semakin aktif menggunakan instrumen makroprudensial dalam menghadapi gejolak," tulis Moody's seraya menambahkan, perbaikan posisi eksternal dan bertambahnya cadangan devisa memperkuat ketahanan terhadap potensi gejolak eksternal.

Level Tertinggi

Atas peningkatan rating Moody's dari Baa3 menjadi Baa2 itu, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardjojo mengatakan, bahwa rating tersebut adalah level tertinggi yang pernah dicapai oleh Indonesia dari Moody's.

Peningkatan rating tersebut, menurut Agus, juga menjadikan Indonesia kini telah diakui oleh empat lembaga rating internasional berada pada satu tingkat lebih tinggi dari level Investment Grade sebelumnya.

"Pencapaian ini merupakan suatu prestasi besar ditengah masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di kawasan," ujar Agus.

Ia seraya menambahkan, hal ini dapat terwujud melalui konsistensi upaya Bank Indonesia bersama dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Dalam kaitan ini, lanjut Agus, Bank Indonesia akan terus mewaspadai peningkatan risiko global dan mengoptimalkan pembauran kebijakan. Kebijakan yang dimaksud termasuk makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan dalam menjaga stabilitas perekonomian yang menjadi landasan utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif.

Moody's sebelumnya memperbaiki outlook SCR Republik Indonesia dari Stable menjadi Positive, sekaligus mengafirmasi rating pada Baa3 (Investment Grade) pada 8 Februari 2017. (tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.