EKONOMI BISNIS

Aksi Ambil Untung Antar Rupiah Menguat ke Rp13.756

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 12 Maret 2018 | 19:59 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (12/3/2018) sore, bergerak menguat sebesar delapan poin menjadi Rp13.756 dibanding posisi sebelumnya Rp13.764 per dolar AS.

"Faktor teknikal menjadi salah satu sentimen yang menopang rupiah untuk bergerak menguat terhadap dolar AS," ujar Rully Nova Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk di Jakarta, seperti dilansir Antara

Menurut dia, sebagian pelaku pasar uang memanfaatkan posisi dolar AS yang telah mengalami apresiasi dalam beberapa hari terakhir ini untuk melakukan aksi ambil untung.

Ia menambahkan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kondusif seiring dengan terus gencarnya pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur dan berupaya memperbaiki iklim investasi di dalam negeri menjaga fluktuasi rupiah.

Kendati demikian, lanjut dia, penguatan nilai tukar rupiah relatif terbatas mengingat cukup kuatnya proyeksi kenaikan suku bunga The Fed pada Maret ini. Diperkirakan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 20-21 Maret nanti memutuskan kenaikan suku bunganya.

Lana Soelistianingsih Ekonom Samuel Aset Manajemen penguatan pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat membuat munculnya indikasi inflasi yang naik sehingga mengkonfirmasi naiknya suku bunga the Fed pada pertemuan FOMC nanti.

"Namun, adanya penguatan pada mata uang Asia dan penjagaan Bank Indonesia menjadi sentimen penguatan rupiah," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin (12/3/2018) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.768 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.794 per dolar AS.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA