EKONOMI BISNIS

BEI: Peningkatan Jumlah Investor Domestik Tekan Dominasi Investor Asing

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 22 Februari 2018 | 21:19 WIB
Ilustrasi. Foto: nurulirmawati.wordpress.com
suarasurabaya.net - Nicky Hogan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, jumlah investor dalam negeri (domestik) mengalami peningkatan cukup signifikan sehingga mampu menekan dominasi investor asing di pasar bursa nasional.

Pada 2015 lalu, kata Nicky, investor asing lebih banyak menguasai kepemilikan saham yang ada di bursa. Mencapai 63 persen. Tapi sejak dilakukannya kampanye secara agresif pada 2015, kata dia, terjadi perubahan yang positif.

"Indeks inklusi mengalami peningkatan 1,25 persen. Selain itu jumlah investor tahun lalu juga mengalami kenaikan sekitar 400.000. Saat ini, jumlah investor saham kita sudah mencapai 650.000. Kalau reksa dana lebih dari 500.000 investor secara nasional," kata dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal di Kantor OJK Regional IV Jawa Timur, Kamis (22/2/2018).

Pada 2018 ini total keseluruhan investor lokal sekitar 1,1 juta. Sementara komposisi kepemilikan saham, investor asing yang awalnya sebesar 63 persen kini menjadi 51 persen. Sedangkan 49 persen dimiliki investor domestik.

Sebanyak 30 persen di antara investor domestik ini masuk dalam kelompok usia 17-30 tahun.

Tahun 2017, rata-rata transaksi saham per hari di bursa mencapai Rp 7,6 triliun, sedangkan pada tahun 2018 ini hampir mencapai Rp 9 triliun per hari.

"Peningkatan transaksi ini mencapai Rp800 miliar dibandingkan tahun 2016. 55 persennya merupakan kontribusi investor baru dan 85 persen di antaranya dari investor individu. Jadi ternyata investor baru, individu, atau perorangan, memberikan peningkatan yang cukup signifikan," kata dia.

Nicky mengatakan, sosialisasi dan edukasi pasar modal sangat penting dilakukan dan memiliki pengaruh besar. Selain karena Jawa Timur memiliki potensi yang tinggi, kata Nicky, Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu bursa dengan kenaikan indeks harga saham gabungan tertinggi di dunia.

"Berarti kalau kita bayangkan, bursa kita yang sedemikian menguntungkan, tapi ternyata kalau kepemilikan itu lebih banyak asing, tentu keuntungan itu akan lebih banyak dinikmati oleh para investor asing. Sangat disayangkan," kata Nicky.

Karenanya, kegiatan sosialisasi yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pasar modal selama ini, menurutnya sudah tepat. Lebih dari lima ribu kegiatan, selama 3 tahun terakhir, telah dilaksanakan di kantor-kantor perwakilan. Selain itu, hadirnya galeri investasi yang bekerja sama Perguruan Tinggi dan perusahaan ekuitas juga memberikan pengaruh besar. (ang/den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.