EKONOMI BISNIS

Presiden Hargai Motor Kreasi Anak Bangsa Rp 140 juta

Laporan Jose Asmanu | Sabtu, 20 Januari 2018 | 20:49 WIB
Joko Widodo Presiden saat mencoba motor Chopperland. Foto: Setpres.
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden, mengatakan motor kustom lokal Chopperland memiliki peluang ekspor yang cukup baik ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Sebab itu Presiden ingin membeli motor ini. Selain hasil modifikasi anak bangsa, juga untuk meningkatkan brand value.

Motor ini sebelumnya ditawarkan dengan harga Rp150 juta. Tapi oleh Presiden ditawar dengan harga Rp140 juta.

Presiden melihat potensi pasar yang dimiliki tidak hanya di dalam negeri, tapi juga dapat diekspor ke luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Motor berwarna emas itu pun telah tiba di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu, (20/1/2018) diterima langsung oleh Presiden.

"Bagus dan rapi pengerjaan motor ini," puji Presiden saat melihat motor tersebut.

Presiden pertama kali melihat motor tersebut saat perayaan Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 2017 silam. Saat itu, bahkan Presiden sempat mencoba duduk di motor tersebut hingga akhirnya jatuh hati dan langsung memesan motor tersebut.

Sementara itu, Heret dari Elders Garage mengatakan bahwa motor tersebut dinamakan Chopperland. "Chopperland ini jadi motor yang pertama, itu yang warna gold, itu motor pertama kita," kata Heret.

Untuk Elders Garage dan mitranya, Chopperland ini merupakan motor produksi perdana.

"Pada waktu itu pas acara Sumpah Pemuda, kita bawa ke sini dan Pak Jokowi tertarik, setelah itu ditanyakan berapa harga jualnya, kita coba kalkulasi di Rp140 juta," kata Heret.

Sedangkan Vero menduga, ketertarikan Presiden terhadap motor tersebut karena posisi setang yang agak tinggi. "Chopper itu memang posisi duduknya itu lebih rendah, lebih santai tapi setangnya agak tinggi. Mungkin wajar juga Pak Jokowi tertarik karena melihat posisi duduknya lebih santai daripada motor-motor lain," ujar Vero.

Vero menjelaskan bahwa motor modifikasi tersebut banyak menggunakan produk lokal, seperti rangka dan jok. Rangka dibuat di Jakarta dan jok kulit buatan Bandung.

Bagi Heret dan Vero, pertemuannya dengan Presiden memberikan sebuah harapan baru karena banyak anak muda yang memiliki ketertarikan kepada motor jenis ini.

Terlebih dengan adanya apresiasi dari Presiden, mereka berharap industri kreatif seperti ini akan tumbuh.

"Akhirnya dengan adanya apresiasi ini, muncul harapan-harapan baru buat kita, kalau ternyata pasarnya bisa lebih besar lagi ke depannya. Seperti yang sudah terjadi dengan produk-produk lain ketika Pak Jokowi memberikan apresiasi hasilnya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya," kata Heret. (jos/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA