EKONOMI BISNIS

Produk Berbasis Kearifan Lokal Kian Diminati Pasar Global

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 11 Januari 2018 | 18:14 WIB
Cawang merupakan produk radio jadul yang menjadi sebuah barang seni bernilai tinggi, dengan desain motif batik, rotan dan kayu khas Indonesia. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Produk-produk berbasis kearifan lokal sangat diminati oleh pasar global, demikian disampaikan Heru Santoso Wakil Presiden Direktur PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

"Kearifan lokal memang sangat diminati oleh pasar global, karena menjadi ciri khas dari suatu produk yang kemudian mencerminkan negara tertentu," kata Heru, dilansir Antara, Kamis (11/1/2018).

Salah satunya adalah produk radio jadul bertransistor, yang disulap dengan sentuhan kearifan lokal oleh salah satu industri kerajinan dalam negeri yakni Kriya Nusantara, sehingga harganya bisa 10 kali lipat dari harga sebelumnya.

Abdul Sobur CEO Kriya Nusantara menceritakan pihaknya bekerja sama dengan Panasonic dan perhimpunan pengusaha asal Jepang untuk memproduksi radio jadul menjadi sebuah barang seni yang bernilai tinggi, dengan mendesainnya menggunakan motif-motif batik, rotan dan kayu khas Indonesia.

"Radio yang menggunakan transistor kan sudah tidak digunakan oleh masyarakat, nah oleh Panasonic itu diberikan ke saya dan dengan teknologi dari Jepang, kami menyulapnya menjadi tidak hanya radio, namun sebuah barang seni," ungkap Sobur.

Art Radio & Audio besutan industri dalam negeri tersebut menggunakan merek terdahulunya Cawang yang diproduksi oleh Thayeb Mohammad Gobel, yang merupakan ayah dari mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.

Selain radio, Kriya Nusantara juga memproduksi music box berbahan kayu yang diberi sentuhan batik dengan memperdengarkan berbagai macam lagu nusantara, di antaranya Bengawan Solo dan Sepasang Mata Bola.

Produk lainnya yang juga diberi sentuhan kearifan lokal adalah parfume box, yakni kotak penyimpanan minyak wangi bermotif batik dengan desain mewah. Menurut Sobur, motif yang mengedepankan kebudayaan lokal itu didesain oleh Sumber Daya Manusia (SDM) andal Tanah Air.

"Kami yang mendesainnya, kemudian menggunakan teknologi yang diberikan Jepang. Jadilah barang seni yang bermanfaat dan bernilai ini," ungkapnya.

Berbagai produk tersebut masih diekspor ke beberapa negara, seperti Jepang dan Timur Tengah hingga saat ini.

"Kearifan lokal itu dari sini (hati), kemauan dan moral untuk membangun semangat kemajuan bagi bangsa dan negara," kata Sobur. (ant/ang)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA