EKONOMI BISNIS

Penerimaan Pajak Diprediksi akan Tercapai 90 Persen

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 07 Desember 2017 | 20:07 WIB
Mukhamad Misbakhun anggota Komisi XI atau Komisi Keuangan DPR RI. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Usai berbicara dalam forum Olimpiade Pajak Pasca Tax Amnesty yang digelar oleh Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), Mukhamad Misbakhun anggota Komisi XI atau Komisi Keuangan DPR RI menyatakan, target pajak akan sulit tercapai tahun ini. Ia memperkirakan target akan tercapai sekitar 90%.

"Capaian 90 persen sudah bagus karena sekarang pemerintah sudah di kisaran hampir 80 persen pada beberapa bulan ini. Dan pak Robert Pakpahan (red. Dirjen Pajak baru) harus melakukan eksekusi-eksekusi atas putusan akhir yang sudah dilakukan di range oleh dirjen sebelumnya," kata Misbakhun di Annex Building, Wisma Nusantara Thamrin, Jakarta, Kamis (07/12/2017).

Dia berharap, mudah-mudahan dibayar di akhir tahun dan tinggal di monitor pembayarannya. Dan biasanya banyak kewajiban di akhir tahun yang harus diselesaikan.

Terkait kewajiban yang harus dibayarkan, Misbakhun mencontohkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) yang jatuh tempo sebulan diterbitkan di bulan Oktober-November yang dibayar di bulan Desember.

Kendati perkiraan penerimaan 90 persen, Misbakhun meyakini bahwa itu angka aman.

"Pasalnya, secara natural, kita punya spending, belanja kita realistisnya paling tinggi itu 93-94%. Lag-nya sedikit dan tidak terlalu jauh. Kalau 93% kemudian penerimaan pajak 90% sangat aman bagi defisit kita," jelas Misbakhun.

Mengenai Automatic Exchange of Information (AEoI), menurut dia, ada dua keinginan pemerintah melakukan penukaran data nasabah perbankan WNI di luar negeri dan kita berkewajiban untuk menyerahkan data orang asing yang mempunyai rekening di Indonesia pada negara mereka masing-masing.

Ia menambahkan, ada perjanjian bersifat multilateral dan kemudian harus didalami dalam perjanjian bilateral. Di saat yang sama, direktorat jenderal (Ditjen) pajak mendapatkan hak untuk mendapatkan data di beberapa bidang perbankan, yang meliputi perbankan syariah, pasar modal, bursa berjangka, dan asuransi. Data tersebut semua bisa didapatkan.

Menurutnya, data-data informasi keuangan ini penting untuk meningkatkan penerimaan pajak. Apakah orang yang mempunyai dan melapor SPT sudah benar. Melaporkan semua data keuangan mereka yang dimiliki di pasar modal, perbankan, bursa berjangka dan asuransi.

"Semuanya terbuka. Sudah tidak ada lagi rahasia untuk urusan perbankan, asuransi, pasar modal di bidang perpajakan," pungkas dia.(faz)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA