EKONOMI BISNIS

Jokowi: Laut Harus Menjadi Pusat Pembangunan Ekonomi APEC

Laporan Jose Asmanu | Minggu, 12 November 2017 | 08:53 WIB
Jokowi Presiden dalam retreat sesi II Pertemuan ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC yang bertema New Drivers for Regional Trade, Investment, and Connectivity di Intercontinental Peninsula Resort, Da Nang, Sabtu (11/11/2017) malam. Foto: Setpres
suarasurabaya.net - Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa laut harus menjadi pusat pembangunan ekonomi bagi anggota APEC karena letak geografisnya yang berada di Samudera Pasifik, samudera terluas di dunia.

Hal tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam retreat sesi II Pertemuan ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC yang bertema New Drivers for Regional Trade, Investment, and Connectivity di Intercontinental Peninsula Resort, Da Nang, Sabtu (11/11/2017) malam.

"Laut kita harus menjadi pusat pembangunan ekonomi melalui investasi infrastruktur laut, kegiatan ekonomi berbasis kelautan, integrasi dan pengamanan jaringan transportasi laut, dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan," kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan Indonesia mendorong pengarusutamaan isu-isu kelautan di APEC, termasuk dalam memerangi IUU (Illegal, Unreported, and Unregulated) fishing , mengatasi sampah plastik di laut, dan membangun sektor kelautan dan perikanan.

"Dalam tiga tahun terakhir, saya memberi perhatian khusus untuk percepat pembangunan infrastruktur laut guna menghubungkan kepulauan Indonesia termasuk 24 pelabuhan strategis," ujar Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, konsep tol laut yang ada di Indonesia bertujuan untuk membentuk konektivitas pelabuhan besar dan kecil untuk mempersingkat waktu singgah dan pengiriman. (jos/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA