EKONOMI BISNIS

APPBI: Mal Andalkan Sentra Kuliner untuk Bertahan di Era e-Commerce

Laporan Denza Perdana | Jumat, 13 Oktober 2017 | 17:18 WIB
Parade Kuliner Khas Suroboyoan persembahan Majalah SCG bersama She Radio, Jumat (13/10/2017), di ITC Mega Grosir. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Jaya Saputro Sekretaris Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jawa Timur mengatakan, perkembangan teknologi memang tidak bisa ditolak.

"Mau tidak mau, mal harus menyesuaikan diri atau akan tertinggal. Karena perkembangan teknologi ini sudah tidak bisa kita cegah," ujarnya kepada suarasurabaya.net, di ITC Mega Grosir, Jumat (13/10/2017).

Jaya yang juga menjabat Kepala Departemen PT Citraagung Tirta Jatim ITC Surabaya Mega Grosir mendorong tenan-tenan yang ada di mal-nya untuk memiliki lapak online.

"Kami fasilitasi. Ada workshop atau pelatihan tentang online. Kami hanya bisa mendorong supaya mereka bisa menyesuaikan, karena bisnis utama kami bukan di e-commerce, tapi di properti-nya," katanya.

Di tengah ketatnya persaingan e-commerce di Indonesia, mal, kata Jaya, akan bisa tetap bertahan bila ada sesuatu yang akan terus membuat pengunjung kembali datang ke mal.

"Mal supaya bertahan, harus punya pusat kuliner yang bagus. Karena menurut saya, makanan akan tetap menjadi daya tarik orang untuk datang ke mal," katanya.

Karena itu juga, ITC Mega Grosir tetap mempertahankan ragam makanan khas Surabaya yang telah ada di food court lantai 6. Kini ada 100 tenan yang mengisi stand di food court, dan 50 counter tenan di sekitarnya.

Inovasi, kata Jaya, adalah keniscayaan. ITC Mega Grosir sendiri akan menyiasati persaingan ini dengan cara bekerja sama dengan beberapa perusahaan pengiriman.

"Kami sudah bekerja sama dengan Kantor Pos, J&T, Tiki, dan kami sedang menjajaki kerja sama dengan go-jek. Kami akan berikan potongan 50 persen setiap pengambilan barang dari toko yang terdaftar di sini (ITC)," katanya.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA