EKONOMI BISNIS

Kresnayana: Jatim Punya Potensi Tapi Belum Dioptimalkan

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 12 Oktober 2017 | 11:54 WIB
Ilustrasi. Desain Grafis: Gana suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sebanyak 31 kabupaten/kota di Jatim memiliki potensi tapi belum diolah atau belum dioptimalkan antara wilayah yang padat penduduk dan wilayah yang padat lahan pertaniannya. Jika padat penduduk maka harus ditingkatkan produktivitas penduduknya. Namun jika padat wilayah pertaniannya maka harus ditingkatkan hasil pertaniannya.

Kresnayana Yahya CEO Enciety Business Consult mengatakan, di tiap koridor Jatim 57 persen ekonomi yang bertumbuh masih di seputar wilayah ring 1 ditambah Malang, Batu, dan Blitar. Sedangkan koridor barat daya yang PDRB-nya tidak naik-naik meliputi Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan. Untuk koridor timur meliputi Situbondo, Bondowoso dan Jember dalam 10 tahun terakhir PDRB-nya justru merosot.

Di lain sisi Madura mendapatkan akses bagus tapi hanya Sumenep yang perekonomiannya beranjak naik. PDRB Sumenep mencapai Rp22 triliun tapi Pamekasan hanya sekitar Rp9 triliun. Padahal Sumenep lokasinya jauh di ujung Madura. Kalau dilihat ternyata leadership di Sumenep cukup bagus.

Kresnayana kembali mencontohkan, Banyuwangi selama 5 tahun terakhir pertumbuhannya cukup bagus dibanding Jember. Ternyata kuncinya ada di kapasitas leadership yang bisa menggerakkan potensi-potensi di bawah.

"Sebenarnya ada beberapa kota yang perekonomiannya bisa tumbuh bagus. Tapi 7 tahun terakhir ya gitu-gitu aja," kata Kresnayana pada Radio Suara Surabaya, Kamis (12/10/2017).

Di Jatim sendiri, kata dia, hampir 50 persen peredaran uang ada di Surabaya sehingga pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sangat didominasi Surabaya. Akibatnya banyak warga kota yang harus tergeser ke Sidoarjo dan Gresik.

"Tapi untuk Lamongan urban centrenya nggak jalan. Saya pernah usulkan Bangil dan Pandaan itu jadi urban centre sehingga tidak mengurangi lahan pertaniannya tapi bisa menjadi pusat layanan," ujarnya.

Sementara untuk kemiskinan terbesar di Jatim ada di wilayah selatan. Solusinya membuat jalan lintas selatan Jatim yang bisa mengurangi kemiskinan di Jatim. Sampai saat ini, wilayah Malang selatang yang sudah memanfaatkan lajur lintas selatan sehingga ekonominya meningkat.

"Anak-anak yang sudah lulus perguruan tinggi ya pulanglah ke daerah masing-masing memikirkan daerahnya. Kalau belum ada yang mengolah dan mengintegrasikan ekonomi maka potensinya tidak terangkat," katanya.

Ke depan, kata dia, Jatim harus punya leader yang tidak hanya pandai klaim-klaim saja yang tidak ada sangkut pautnya dengan ekonomi riil. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.