EKONOMI BISNIS

Soekarwo: Ada Cara Jitu Menggalang Investasi di Jatim

Laporan Iping Supingah | Kamis, 12 Oktober 2017 | 09:43 WIB
Soekarwo Gubernur Jatim. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempunyai cara jitu untuk menggalang masuknya investasi, yakni dengan memberi jaminan kemudahan atau government guarantee kepada para investor. Jaminan tersebut berupa kemudahan perizinan, percepatan pengadaan lahan, ketersediaan pasokan energi/ listrik, dan iklim perburuhan yang demokratis.

Soekarwo Gubernur Jatim, mengatakan, cara jitu tersebut telah berhasil meraup investasi setidaknya sebesar Rp 45,27 triliun (berupa izin prinsip) pada Semester I Tahun 2017. Nilai tersebut meningkat sebesar 61,79 persen dibandingkan semester I tahun 2016 sebesar Rp 27,98 triliun. Sedangkan realisasinya, hingga semester I tahun 2017 telah mencapai sebesar Rp 78,14 triliun, atau meningkat 9,10 persen dibandingkan semester I tahun 2016 yang sebesar 71,62 triliun.

”Keberhasilan ini karena dukungan stake holder di kabupaten/kota yang harmonis, juga didukung oleh masyarakat Jatim yang open minded," ungkap Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo.

Mengutip jatimprov.go.id, Pakde Karwo juga menyampaikan masuknya investasi tersebut mendorong tumbuhnya ekonomi Jatim. Pada tahun Semester 1 tahun 2017 mampu tumbuh 5,21% lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional 5,01%. Pertumbuhan ekonomi Jatim didominasi oleh 3 sektor lapangan usaha utama, yakni industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 29,17 persen bisa mampu tumbuh sebesar 4,73 persen.

Sementara itu perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi sebesar 18,07 persen mampu tumbuh 6,24 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan mempunyai kontribusi sebesar 13,46 persen mampu tumbuh 1,83 persen.(ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA