EKONOMI BISNIS

Pasok Listrik ke Madura, Kabel Listrik Melintang Suramadu Mulai Dipasang

Laporan Fatkhurohman Taufik | Rabu, 13 September 2017 | 16:05 WIB
Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Gubernur Jawa Timur (batik putih), saat meresmikan Groundbreaking SKTT 150 kV di kaki Suramadu sisi Madura, Rabu (13/9/2017). Foto : Humas Jatim
suarasurabaya.net - Pemerintah provinsi Jawa Timur optimis pembangunan Saluran Kabel Tegangan Tingi (SKTT) 150 kV Suramadu sirkit 3 dan 4 yang melintasi Jembatan Suramadu serta pengoperasian Gardu Induk (GI) akan memacu investasi di Madura. Pembangunan SKTT ini menjadi sangat penting karena listrik merupakan salah satu indikator penting dalam mendatangkan investor.

"Mudah-mudahan ada percepatan dalam investasi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di Madura secara keseluruhan," kata Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Wakil Gubernur Jawa Timur usai meresmikan Groundbreaking SKTT 150 kV Suramadu dan Pengoperasian GI, di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Lobang, Bangkalan, Rabu (13/09/2017).

Selama ini, pasokan listrik di Madura didapatkan dari saluran yang melintang di dasar laut dan diambilkan dari Gresik. Dengan adanya sirkit baru ini, diharapkan bisa menambah pasokan serta pengamanan listrik untuk konsumsi di Madura.

Gus Ipul mengakui, saat ini Madura masih tertinggal dari sisi kemapanan ekonomi dibanding wilayah lain di Jawa Timur. Tak hanya dari sisi nilai investasi yang rendah namun juga di sisi pendidikan. Oleh sebab itu kehadiran listrik di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan Madura.

Selama ini kata dia, investasi di Madura hanya terbatas pada dua sektor, yakni telekomunikasi dan logistik. Namun, saat ini sektor investasi sudah mulai berkembang di bidang pariwisata, kuliner serta kerajinan batik. Dicontohkan tempat wisata yang tengah berkembang dan digemari yakni bukit kapur atau biasa disebut bukit jaddih.

"Wisata di sini sudah mulai berkembang, kendalanya hanya di sisi infrastruktur serta pasokan listrik. Dengan adanya SKTT, saya harap investor akan mulaimelirikuntuk berinvestasi di pulau ini," harapnya.

Sementara itu, Djoko Rahardjo Abu Manan Direktur Bisnis PLN Regional Jatim, Bali dan Nusa Tenggara mengatakan, pembangunan SKTT 150 kV dan pengoperasian GI tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrofikasi Madura, yang saat ini hanya 66 persen lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 91 persen.

"Secara keseluruhan proyek SKTT 150 kV Suramadu sirkit 3 dan 4, serta pengoperasian GI di Jatim ini bagian dari program 35 ribu MW yang sudah dicanangkan pemerintah pusat. Targetnya akan kita selesaikan pada Juni 2018," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 MW yang dipasok oleh SKTT 150 kV sirkit 1 dan 2 dengan kemampuan 200 MW. Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga kehandalan sistem di Madura, pembangunan SKTT 150 kV sirkit 3 dan 4, merupakan salah satu solusi disamping rencana PLN membangun Pembangkit di Pulau Madura.

"Dulu pernah terjadi Madura gelap karena adanya gangguan kabel laut, dengan adanya tambahan SKTT ini maka kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi," ujarnya.

‎SKTT ini membentang sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) dari GIS 150kV Kedinding-Surabaya sampai Tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura dan terhubung dengan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV sebanyak 35 Tower menuju ke GI Bangkalan.

Sedangkan pengoperasian GI yang tersebar di Jatim diantaranya Altaprima di Gresik, Gunungsari dan Karangpilang di Surabaya, dan Gilitimur di Bangkalan. (fik/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.